SUARAUTARA.COM, MINAHASA,– Di tengah kesibukan menjalankan tugas utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121, Satgas TTMD menunjukkan sisi humanisnya dengan membantu warga Desa Kayuwatu dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah membantu petani menjemur cengkeh, komoditas utama desa tersebut.
Cengkeh, sebagai salah satu hasil perkebunan unggulan Desa Kayuwatu, menjadi tulang punggung perekonomian warga setempat. Namun, proses pengolahan cengkeh, terutama penjemuran, memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Melihat kondisi ini, anggota Satgas TMMD tergerak untuk turut serta meringankan beban para warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini memang bukan bagian dari tugas pokok kami di TMMD, tapi ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat. Kami ingin hadir dan bermanfaat bagi warga dalam berbagai aspek, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur,” ujar salah seorang satgas yang namanya tidak mau disebut.
Dengan sigap, para anggota Satgas membantu menata dan membalik cengkeh yang sedang dijemur di bawah matahari.
Kehadiran mereka disambut baik oleh warga, yang merasa sangat terbantu dengan tambahan tenaga dari TNI.
Salah seorang petani cengkeh, Bapak Samuel (56), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bapak-bapak TNI ini. Proses penjemuran cengkeh jadi lebih cepat,” katanya singkat
Selain membantu menjemur cengkeh, Satgas TMMD juga kerap terlibat dalam berbagai aktivitas sosial lainnya, seperti olah raga bersama, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kehadiran mereka di Desa Kayuwatu selama program TMMD tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Program TMMD ke-121 ini diharapkan dapat terus membawa manfaat positif bagi Desa Kayuwatu dan sekitarnya, baik dari segi pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas hidup warga.
Sementara itu, kontribusi Satgas dalam kegiatan sehari-hari warga menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra dalam pembangunan.(ara)























