Jogyakarta – Budaya ilmiah terus ditanamkan sejak dini. SMA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik melalui Sidang Terbuka Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menampilkan hasil riset mereka sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan argumentatif di hadapan para penguji.
Acara dibuka langsung oleh Kepala SMA Ali Maksum, Drs. KH. Khoirul Fuad, M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya literasi dan penelitian di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemampuan menulis dan berpikir ilmiah adalah bekal penting bagi masa depan siswa, terutama saat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sidang terbuka ini menghadirkan tim penguji yang berkompeten, yakni Bapak Tukino, M.Pd, Ibu Triana Atika Zulfa, M.Pd, dan Bapak Ahmad Ali Gabriel, S.M., M.M. Ketiganya memberikan penilaian sekaligus masukan konstruktif bagi para peserta.
Adapun siswa yang tampil sebagai presenter KTI tahun ini adalah:
- Akhlish Lubab (Bidang Sastra)
- Muhamad Taqiyuddin Zuhdi (Bidang Saintek)
- Falleria Aqila Nahdlatul Vida (Bidang Saintek)
- Casey Galan Ahmad Kalevi (Bidang Produk)
- Minerva Muchibbana Adelia (Bidang Produk)
Karya Tulis Ilmiah di SMA Ali Maksum sendiri terbagi ke dalam lima bidang utama, yaitu:
- Saintek – fokus pada penelitian sains dan teknologi
- Produk – menonjolkan inovasi dan karya berbasis produk
- Agama – mengkaji nilai-nilai keislaman
- Sosial Humaniora (Soshum) – membahas fenomena sosial masyarakat
- Bahasa dan Sastra – mengangkat literasi, bahasa, dan karya sastra
Menariknya, kegiatan ini juga mendapat perhatian besar dari para orang tua siswa. Salah satunya adalah Rastono Sumardi, yang rela datang jauh dari Sulawesi Tengah demi menyaksikan langsung putra-putrinya mengikuti sidang terbuka. Kehadirannya menjadi bukti kuat dukungan keluarga terhadap perkembangan akademik siswa.
Menurut pihak sekolah, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tradisi akademik yang terus dijaga. Bahkan, pada tahun sebelumnya, siswa SMA Ali Maksum berhasil menembus ajang penelitian ilmiah tingkat internasional di Malaysia.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa semakin terlatih dalam menyusun karya ilmiah yang sistematis, memiliki daya analisis yang tajam, serta mampu melahirkan ide-ide inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sidang KTI bukan hanya ajang presentasi, tetapi juga langkah awal membentuk generasi peneliti muda yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
























