SEJARAH NAHDLATUL ULAMA MENCATAT: DARI KEPRIHATINAN MENUJU ISLAH, PIMPINAN PBNU SEPAKAT GELAR MUKTAMAR BERSAMA

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lirboyo, Rabu (25/12/2025) — Nahdlatul Ulama, jam’iyyah besar yang dilahirkan dari doa, tirakat, dan perjuangan para ulama, dalam beberapa waktu terakhir berada pada sebuah ujian sejarah. Dinamika dan perbedaan pandangan di tingkat kepemimpinan telah menghadirkan kegelisahan di hati warga Nahdliyin, dari pesantren hingga kampung-kampung, dari para kiai hingga jamaah akar rumput. Ujian ini terasa berat karena menyentuh bukan hanya aspek organisatoris, tetapi juga menyentuh batin jam’iyyah dan marwah perjuangan para muassis.

Di tengah suasana tersebut, para masyāyikh sepuh Nahdlatul Ulama tidak tinggal diam. Dengan kejernihan hati, keluasan ilmu, dan ketulusan niat, para kiai sepuh mengambil peran sebagai peneduh dan penuntun. Melalui tabayun yang sabar, musyawarah yang panjang, serta nasihat yang lahir dari cinta kepada NU, mereka meneguhkan kembali bahwa Nahdlatul Ulama tidak dibangun di atas ego, melainkan di atas adab, persatuan, dan pengabdian. Ikhtiar ini semata-mata dilakukan demi menjaga ukhuwah nahdliyah dan kepercayaan umat, agar NU tetap istiqamah sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah.

Alhamdulillāh, bi fadhlillāh wa ‘ināyatih, doa-doa itu tidak sia-sia. Setelah melalui proses yang penuh kesabaran dan keikhlasan, jalan islah akhirnya terbuka. Pada Rabu, 25 Desember 2025, bertempat di Lirboyo, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bertemu langsung dengan Rais ‘Aam PBNU dalam suasana yang khidmat, hangat, dan penuh tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut berlangsung di hadapan para Mustasyar PBNU serta para masyāyikh dan kiai sepuh Nahdlatul Ulama. Dengan bimbingan, dawuh, dan keteladanan para kiai sepuh—yang selama ini menjadi penjaga nurani jam’iyyah—diskusi berlangsung dalam suasana saling memahami dan saling menundukkan ego. Dari ruang itulah lahir kesepakatan penting yang menjadi harapan baru bagi masa depan Nahdlatul Ulama.

Dalam musyawarah tersebut, disepakati dua keputusan utama. Pertama, Ketua Umum PBNU dan Rais ‘Aam PBNU, di bawah bimbingan para masyāyikh sepuh NU dan para Mustasyar, bersepakat untuk menyelenggarakan Muktamar bersama yang sah, legitimate, dan bermartabat. Muktamar ini dipandang sebagai jalan konstitusional jam’iyyah—jalan kembali kepada khittah organisasi—dan akan dilaksanakan sesegera mungkin demi menjaga keutuhan, marwah kepemimpinan, dan kesinambungan perjuangan NU.

Kedua, mengenai waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan Muktamar, seluruhnya akan ditentukan secara bersama oleh Ketua Umum PBNU dan Rais ‘Aam PBNU melalui pembentukan kepanitian bersama yang segera dibentuk. Seluruh proses akan dijalankan dengan menjunjung tinggi musyawarah, adab jam’iyyah, serta kemaslahatan Nahdlatul Ulama di atas kepentingan apa pun.

Kesepakatan ini menjadi nafas lega bagi warga Nahdliyin. Ia bukan sekadar keputusan organisatoris, tetapi isyarat bahwa NU kembali merajut dirinya dengan benang keikhlasan dan persaudaraan. Islah ini diharapkan menjadi wasilah persatuan, menguatkan kembali ukhuwah nahdliyah, serta meneguhkan NU sebagai rumah besar yang teduh bagi umat.

Seluruh ikhtiar ini diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, disertai doa dan tawassul kepada para Muassis Nahdlatul Ulama—khususnya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari—para masyāyikh, dan para auliya’. Semoga Nahdlatul Ulama senantiasa dianugerahi kekuatan, keistiqamahan, dan keberkahan dalam khidmahnya kepada agama, bangsa, dan negara.

Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm.
Rabbana hablana min ladunka rahmah, innaka Antal Wahhāb.

Berita Terkait

Kapolsek Luwuk Sita 173 Botol Miras Berbagai Merek Dari MA Diamankan Kos kosan nya
Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan
Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Belum Tuntas Pelapor Desak Polres Parigi Moutong Berikan Kepastian Hukum
Kuasa Hukum Irfan Adenan Desak Kajari Parigi Moutong Segera Terbitkan Surat D 2 Minta Kepastian Hukum Eksekusi Putusan
Insterupsi Camat Pagimana Picu Ketegangan Asisten I Setdakab Banggai Mujiono Perintahkan Keluar dari Ruang Rapat Kajari Akbar Redam Situasi
Kadis TPHP Banggai Subhan Lanusi Sinkronkan Program Strategis Kementan Bersama Tim CWS
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih Aramco Akses Warga Obo Balingara Kini Lebih Mudah
Jangan Mudah Percaya Polresta Banggai Sebut Isu Pemutihan Pajak dan Bakso Tikus di Luwuk Hoaks

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:38 WITA

Kapolsek Luwuk Sita 173 Botol Miras Berbagai Merek Dari MA Diamankan Kos kosan nya

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:34 WITA

Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Belum Tuntas Pelapor Desak Polres Parigi Moutong Berikan Kepastian Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:14 WITA

Kuasa Hukum Irfan Adenan Desak Kajari Parigi Moutong Segera Terbitkan Surat D 2 Minta Kepastian Hukum Eksekusi Putusan

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:13 WITA

Insterupsi Camat Pagimana Picu Ketegangan Asisten I Setdakab Banggai Mujiono Perintahkan Keluar dari Ruang Rapat Kajari Akbar Redam Situasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:42 WITA

Kadis TPHP Banggai Subhan Lanusi Sinkronkan Program Strategis Kementan Bersama Tim CWS

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:20 WITA