Suarautara.com, Banggai – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banggai menggelar rapat sosialisasi peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Dukcapil Drs. Mohammad Ikhsan Panrelly melalui Sekretaris Dukcapil, Hasanudin Ba’adi.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pelayanan kantor Dukcapil, Senin (20/05/2026), dihadiri para kepala bidang, kasubag, kepala seksi, staf ASN, PPPK, hingga tenaga paruh waktu.
Dalam arahannya, Sekretaris Dukcapil Hasanudin Ba’adi menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional, termasuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, efisiensi difokuskan pada pengurangan belanja operasional yang tidak prioritas, seperti pembatasan rapat tatap muka, perjalanan dinas, serta penghematan penggunaan anggaran rutin kantor.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu.
“Pelayanan Dukcapil berbeda dengan OPD lain.
Walaupun ada penerapan Work From Home (WFH), pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan maksimal.
Jangan sampai pegawai tidak fokus, apalagi bermain handphone saat melayani masyarakat,” tegas Hasanudin.
Ia juga menekankan pentingnya etika pelayanan, seperti sikap ramah, kepastian informasi, dan transparansi kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat hanya membutuhkan dua hal utama, yakni kepastian dan kejelasan dalam setiap layanan administrasi kependudukan.
Saat ini, Dukcapil Banggai memiliki 17 loket pelayanan yang dapat menangani berbagai kebutuhan administrasi seperti KTP, KK, akta kelahiran, kematian, hingga perceraian dalam satu sistem terpadu (all in one).
Dari jumlah tersebut, satu loket khusus untuk perekaman dan satu loket untuk pencetakan dokumen.
Total pegawai Dukcapil mencapai sekitar 100 lebih personel, terdiri dari ASN, PPPK, dan tenaga pendukung lainnya yang bertugas memastikan pelayanan berjalan setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.
Sementara itu, Staf Kepegawaian Margareta menyampaikan bahwa masih terdapat kendala teknis pada beberapa loket pelayanan akibat kerusakan perangkat komputer yang saat ini masih dalam proses perbaikan.
Lebih lanjut, Hasanudin menjelaskan bahwa penerapan efisiensi juga dilakukan melalui penghematan energi listrik dan air, serta pengurangan aktivitas operasional yang tidak mendesak.
Meski demikian, fasilitas utama pelayanan tetap menjadi prioritas.
“Kita tetap utamakan pelayanan. Lampu di ruang pelayanan harus tetap menyala, sistem harus berjalan, dan masyarakat harus dilayani dengan baik. Yang dikurangi hanya di bagian-bagian yang tidak berdampak langsung,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa rapat dan briefing internal akan terus dilakukan secara berkala guna menyesuaikan dengan perkembangan sistem digital dan aplikasi pelayanan terbaru, sekaligus memastikan seluruh pegawai memahami kebijakan yang berlaku.
Dengan langkah tersebut, Dukcapil Banggai berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal meskipun berada dalam kondisi efisiensi anggaran.(AM’oks69)






















