Suarautara.com,KOTA BATU – Di tengah keriuhan algoritma dan banjir informasi digital yang kian dangkal, sebuah oase kebudayaan sedang dibangun di jantung Kota Batu. Melalui perhelatan bertajuk “Paradoks Mitologi”, SATUPENA Jawa Timur berkolaborasi dengan Pondok Seni Batu mencoba melakukan sebuah eksperimen berani: menyatukan kedalaman teks sastra dengan kekuatan visual rupa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pameran tunggal maestro Dr. Slamet Hendro Kusumo yang dibuka di Galeri Raos pada 4 April 2026 ini bukan sekadar pajangan kanvas. Di baliknya, tersimpan misi besar yang digerakkan oleh Drs. Akaha Taufan Aminudin, Ketua SATUPENA Jawa Timur, yakni Gerakan Kembali Ke Buku (GKKB) BUKUKITA.
Paradoks di Atas Kanvas
Tema “Paradoks Mitologi” yang diusung Slamet Henkus menjadi cermin retak bagi manusia modern. Di saat teknologi kecerdasan buatan (AI) mampu melahirkan ribuan gambar dalam hitungan detik, Slamet justru memilih kembali ke akar mitologi—sebuah ruang di mana makna harus digali perlahan, bukan dipindai secara instan.
“Sastra Rupa adalah jendela, dan buku adalah cahayanya,” ungkap Akaha Taufan dalam orasi pembukaannya. Bagi Akaha, pameran ini adalah pintu masuk untuk menyadarkan kembali masyarakat bahwa literasi fisik memiliki “sentuhan kemanusiaan” yang tidak bisa digantikan oleh kilatan layar ponsel.
Melawan Pendangkalan dengan GKKB
Peluncuran GKKB BUKUKITA menjadi momentum krusial bagi SATUPENA Jatim. Gerakan ini lahir dari kegelisahan terhadap fenomena “pendangkalan literasi”. Masyarakat mungkin membaca lebih banyak teks hari ini, namun kehilangan kemampuan untuk merenung dan menganalisis secara mendalam.
Melalui GKKB, SATUPENA Jatim mendorong para penulis dan seniman untuk kembali menghidupkan buku sebagai artefak ilmu.
“Membaca buku fisik adalah dialog sunyi yang sakral. Kami ingin memulangkan ruh itu ke rumah-rumah pembaca,” tambah Akaha.
Rangkaian Dialektika
Pameran yang berlangsung hingga 19 April ini tidak membiarkan pengunjungnya pulang tanpa bekal pemikiran. Sederet diskusi telah disiapkan, mulai dari bedah buku bersama Prof. Dr. Djuli Djatiprambudi, diskusi spiritualitas mitologi oleh Prof. Dr. Wahyudi, M.Si, hingga pembahasan mutasi sastra tutur bersama Didik Sumintardjo.
Kehadiran tokoh-tokoh seperti Ki Syamsu Soeid Ketua Humas SATUPENA JAWA TIMUR dalam lingkaran diskusi ini semakin mempertegas bahwa apa yang terjadi di Galeri Raos adalah sebuah “sidang kebudayaan”. Kota Batu, yang selama ini dikenal sebagai kota wisata, kini memantapkan posisinya sebagai Creative City yang memiliki akar literasi yang kuat.
*Menatap Masa Depan*
Sinergi antara SATUPENA Jatim, Omah Budaya Slamet, dan berbagai media partner seperti Omahmikir.id menunjukkan bahwa kerja kebudayaan hari ini harus dilakukan secara kolaboratif. Dengan dukungan penuh dari komunitas seni lokal, gerakan ini diharapkan mampu meluas melampaui batas geografis Jawa Timur.
Pada akhirnya, “Paradoks Mitologi” mengajarkan kita satu hal: sesekali kita perlu berhenti berlari mengejar masa depan digital, hanya untuk sekadar duduk diam dan membuka lembaran buku, demi menemukan kembali siapa diri kita yang sebenarnya.
*Pantun Pembuka Acara*
Pucuk soga di tepi rami,
Diambil adik dibuat jamu.
Selamat datang di malam resmi,
Sambut budaya pembuka ilmu.
*Pantun untuk Drs. Akaha Taufan Aminudin (Visi Literasi)*
Ke pasar Batu membeli ragi,
Bertemu kawan bertukar cerita.
Visi Pak Akaha membubung tinggi,
Gerakan literasi GKKB BUKUKITA.
*Pantun untuk Dr. Slamet Hendro Kusumo (Sastra Rupa)*
Kicau kutilang di pohon akasia,
Melodi merdu penyejuk hari.
Sastra dan Rupa bersatu mesra,
Karya Mas Slamet Henkus yang abadi.
*Pantun Tema “Paradoks Mitologi”*
Mengukir kayu dengan pahat,
Membentuk pola di atas papan.
Paradoks Mitologi mari dilihat,
Waris budaya pengingat masa depan.
*Pantun Kota Batu (Creative City)*
Gunung Arjuno berdiri gagah,
Menjaga Batu tetap asri.
Pondok Seni tak pernah lelah,
Memahat makna di galeri.
*Pantun Ajakan Kembali Ke Buku (GKKB)*
Anak gembala memacu kuda,
Mengejar angin di tengah padang.
Teknologi boleh semakin merata,
Sentuhan buku tetap dikenang.
*Pantun Kolaborasi & Sinergi*
Berenang itik di Telaga Sari,
Bersama camar mencari makan.
SATUPENA Jatim bersinergi,
Budayawan Malang Raya kita satukan.
*Pantun Undangan Publik*
Tanam kangkung di dalam parit,
Subur tumbuh di tepi sawah.
Jangan biarkan Galeri Raos sepi sedikit,
Pameran budaya yang luar biasa.
*Pantun Penutup & Ajakan Berkarya*
Kayu gaharu untuk dupa,
Asapnya wangi memenuhi ruangan.
Cita-cita luhur jangan dilupa,
Ayo membaca, tuliskan harapan!
Rabu 1 April 2026
Akaha Taufan Aminudin
*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*
























