Proyek Bangunan Komersial di Pelabuhan Ampana Tak Kunjung Rampung

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek bangunan komersial Pelabuhan Ampana molor dari target penyelesaian tahun 2024. (foto: Ipul)

Proyek bangunan komersial Pelabuhan Ampana molor dari target penyelesaian tahun 2024. (foto: Ipul)

Buol, Suarautara.com – Proyek bangunan komersial sisi darat Pelabuhan Ampana, yang merupakan bagian dari lanjutan pembangunan dermaga oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, belum juga rampung yang mestinya selesai pada tahun 2024, dilansir dari kabarselebes, Senin (26/5).

Diketahui bangunan komersial ini dibangun untuk menampung para pedagang yang sebelumnya beraktivitas di area dermaga pelabuhan. Namun, hingga akhir 2024, proyek tersebut tidak kunjung tuntas, sehingga kontraknya harus mengalami perpanjangan melalui adendum.

Memasuki tahun 2025, proyek ini masih terus berjalan. Belum ada kejelasan apakah akan dilakukan perpanjangan kontrak kembali atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada pantauan media, Senin (26/5/2025), belum terlihat adanya aktivitas pembangunan di lokasi, meskipun material seperti pasir telah masuk ke area proyek.

Sementara itu, konsultan pengawas dari PT Total Perkasa Utama belum berhasil dikonfirmasi. Saat hendak ditemui, perwakilan perusahaan tidak berada di lokasi proyek.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ampana juga belum dapat dimintai keterangan. Saat media ini menyambangi kantornya, pimpinan enggan menemui wartawan dan disebut-sebut kerap menghindari permintaan wawancara. Bahkan, petugas keamanan meminta kartu pers dan surat tugas resmi meski identitas wartawan telah diperlihatkan dan diminta untuk difoto.

Keterlambatan proyek ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan transparansi pelaksanaan pembangunan fasilitas publik yang menggunakan dana negara.(shl)

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Aset, Dinas Pertanian dan Inspektorat Touna Didesak Lakukan Audit Forensik Tarif Traktor Rp1,4 Juta/Ha
Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya
Wabup Touna Terima Audiensi KPP Pratama Poso, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak
Apresiasi Kinerja Polres Touna, Posbakumadin Benarkan Penangkapan 4 Terduga Kasus Sabu
Kuasa Hukum Wahid Rimpu Tanggapi Laporan Pencemaran Nama Baik: Unsur Rasa Malu Ditentukan Ahli Bahasa
Resmikan Tiga Ruangan Baru di Kejari Touna, Kajati Sulteng Dorong Percepatan Digitalisasi
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Akun Facebook Fery Tap Dilaporkan Camat Ampana Tete

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:59 WITA

Diduga Gelapkan Aset, Dinas Pertanian dan Inspektorat Touna Didesak Lakukan Audit Forensik Tarif Traktor Rp1,4 Juta/Ha

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:39 WITA

Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:31 WITA

Wabup Touna Terima Audiensi KPP Pratama Poso, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:44 WITA

Apresiasi Kinerja Polres Touna, Posbakumadin Benarkan Penangkapan 4 Terduga Kasus Sabu

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:51 WITA

Kuasa Hukum Wahid Rimpu Tanggapi Laporan Pencemaran Nama Baik: Unsur Rasa Malu Ditentukan Ahli Bahasa

Berita Terbaru

Nasional

Gus Lilur Desak Presiden Agar Copot Dirjen Bea Cukai

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:28 WITA