Buol, Suarautara.com – Suhu politik internal Partai Golkar Kabupaten Buol mulai memanas jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang dijadwalkan pada bulan Oktober 2025 mendatang. Sejumlah kader terbaik Golkar disebut-sebut siap maju untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD II, posisi strategis yang akan menentukan arah konsolidasi partai hingga ke akar rumput.
Hingga saat ini, tiga nama kader mencuat sebagai kandidat kuat calon ketua, yakni:
- Srikandi Batalipu
Sebagai figur perempuan mantan ketua DPRD Buol periode 2019-2024 yang sudah lama berkiprah di Golkar, Srikandi memiliki keunggulan dalam menggaet simpati pemilih perempuan dan kalangan milenial terutama di daerah pemilihan 1 meliputi kecamatan Biau, Karamat dan Lakea.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi yang mungkin ditempuh:
- Mendorong isu regenerasi kepemimpinan sebagai narasi utama.
- Mengaktifkan organisasi sayap partai (AMPG, KPPG) untuk memperluas basis dukungan.
- Melakukan pendekatan personal ke senior partai agar mendapat restu politik dan mengurangi resistensi.
Peluang: Tinggi, terutama jika narasi “penyegaran kepemimpinan” diterima mayoritas pemilik suara Musda.
- Woldi Punu
Dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan jaringan politik yang luas di Buol terutama di dapil 2 (Paleleh, Palbar, Gadung dan Bunobogu), Woldi yang juga mantan ketua Fraksi Golkar DPRD Buol (2019-2024) dipandang sebagai kandidat kader tertua yang sudah melakukan konsolidasi internal.
Strategi yang mungkin ditempuh:
- Mengandalkan jaringan pengurus kecamatan (PK) yang solid sebagai mesin suara.
- Memperkuat citra sebagai tokoh yang mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan organisasi.
- Menjalin kompromi politik dengan kandidat lain untuk memperkuat posisi jika terjadi putaran lobi ketat.
Peluang: Kuat, terutama bila mayoritas PK tetap solid di belakangnya, atau sebaliknya.
- Nuraini A. Nouk
Anggota DPRD Buol yang Kembali terpilih pada Pileg 2029 ini dinalai sebagai kuda hitam, Nuraini memiliki kekuatan di basis pesisir dan kelompok akar rumput terutama di dapil 3 (Momunu, Tiloan, Bukal dan Bokat). Meski tak sekuat dua nama lainnya dari sisi struktur, keberaniannya maju membuat konstelasi semakin dinamis.
Strategi yang mungkin ditempuh:
- Menguatkan jaringan di wilayah selatan dan desa yang loyal.
- Membangun koalisi tak terduga dengan faksi internal yang belum menentukan sikap.
- Menawarkan gagasan “Golkar dekat dengan rakyat” melalui kegiatan sosial sebagai modal elektoral.
Peluang: Menengah, bisa meningkat signifikan bila berhasil memanfaatkan celah politik dari dinamika dua kandidat utama.
Peta Pertarungan
Pertarungan diprediksi akan berlangsung sengit antara Woldi Punu yang mengandalkan pengalaman dan jaringan, serta Nuraini Nouk dengan semangat regenerasi. Sementara Srikandi Batalipu dapat menjadi faktor penentu, terutama jika berhasil membangun poros alternatif dan menarik dukungan “suara mayoritas kader dan PK” menjelang Musda.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Buol, H.Abdullah Batalipu dalam setiap kesempatan rapat internal mengatakan tidak maju lagi sebagai ketua partai dan menyerahkan sepenuhnya kepada kader-kader muda untuk maju sebagai regenerasi kepimpinan di tubuh Golkar Buol.
Mantan wakil Bupati Buol ini juga menambahkan bahwa Musda XI Partai Golkar Buol tinggal menunggu jadwal dari DPD I Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) dan diperkirakan tidak hanya menjadi arena adu gagasan, tetapi juga ajang uji strategi politik bagi ketiga kandidat. Hasilnya akan menentukan wajah kepemimpinan Golkar Buol sekaligus arah konsolidasi partai menuju kontestasi politik mendatang,” pungkasnya usai rapat internal di gedung Srikandi Kulango, Selasa (2/9/2025),
Dari informasi dan sumber resmi mengungkapkan selain tiga kandidat diatas ada juga beberapa nama yang menjadi perbincangan diantaranya fungsionaris DPD II Golkar Buol diantaranya Okstenly Nabelo, sekretaris DPD Golkar Buo, Ramli Lampedu dan Idris Hamsa Awat.(ucan)






















