BUOL, SuaraUtara.com – Suasana penuh keceriaan dan kehangatan menyelimuti area Waterboom Herfani Leok II, saat digelar Lomba Menyanyi Lansia Bunga Yurli pada Jumat malam (15/8/2025). Kegiatan yang memasuki malam kedua ini berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WITA dan diikuti puluhan peserta lanjut usia dari berbagai kelurahan dan desa di Kabupaten Buol, yang tampil memukau dengan suara merdu dan penuh semangat.
Acara ini dilaksanakan oleh Komunitas Lansia Bunga Yurli ini, sebagai bentuk apresiasi kepada para lansia yang tetap aktif dan berdaya. Ketua Panitia, Asma Korompot, menyampaikan bahwa lomba ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, hiburan, dan motivasi bagi para lansia untuk tetap sehat secara fisik maupun mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menunjukkan bahwa usia bukan halangan untuk berkarya dan berbahagia. Justru dengan kegiatan seperti ini, lansia bisa lebih semangat menjalani hari-harinya,” ujar Asma.
Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, yang hadir membuka acara, memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggara. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut untuk mendorong partisipasi aktif lansia dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya.
“Lansia adalah teladan bagi generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa melihat bahwa kebahagiaan dan semangat hidup tidak mengenal usia,” kata Bupati.
Malam kedua lomba semakin seru dengan tata cahaya dan dekorasi yang membuat panggung berwarna-warni. Kehadiran Amri Humokor, SH sebagai Master of Ceremony (MC) membuat suasana semakin hidup, berkat pembawaannya yang luwes, jenaka, dan mampu menjaga antusiasme penonton dari awal hingga akhir acara.
Untuk memastikan penilaian yang objektif dan berkualitas, lomba ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari para profesional di bidang musik dan seni suara. Mereka menilai berdasarkan aspek teknik vokal, penghayatan lagu, penampilan, dan kemampuan berinteraksi dengan penonton.
Setiap peserta wajib membawakan satu lagu wajib dan satu lagu daerah. Penampilan mereka tidak hanya menguji kemampuan vokal, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya daerah serta kemampuan dalam menghayati pesan lagu.
Sorak sorai penonton dan tepuk tangan meriah mewarnai setiap penampilan, membuat suasana lomba semakin hangat dan penuh semangat.
Pemenang lomba akan menerima piala, piagam, dan hadiah menarik, sementara seluruh peserta mendapatkan bingkisan sebagai tanda penghargaan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama di tepi kolam Waterboom dan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” secara serempak, menciptakan momen haru dan kebersamaan yang membekas di hati semua yang hadir.(Uchan)






















