BUOL, SUARAUTARA.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Tadoy 1 menggelar rapat persiapan menyambut Bulan Ramadhan sekaligus pengukuhan Panitia BTM oleh Sangadi Tadoy Supriadi Dilapanga, SE, MM dan rapat persiapan pelaksanaan Lebaran Ketupat pasca Idulfitri 1447 Hijriah/2026 sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Rapat yang berlangsung di kantor Desa tersebut dihadiri Pemdes, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur dan lembaga desa, serta masyarakat yang sempat hadir. Berbagai hal teknis dibahas guna memastikan kegiatan tahunan itu berjalan tertib, aman, dan meriah.
Kepala Desa (Sangadi) Tadoy 1, Supriadi Dilapanga, SE, MM, melalui Sekretaris Desa Yasit Mamonto, menyampaikan bahwa Lebaran Ketupat memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lebaran Ketupat ini bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi menjadi momen penting mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga. Kami mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif serta menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Sekdes Yasit Mamonto juga menambahkan bahwa perayaan tahun ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa secara langsung.
“Kegiatan Lebaran Ketupat akan dilaksanakan dan diikuti seluruh masyarakat Desa Tadoy 1. Warga akan terlibat langsung, termasuk dalam penyajian makanan saat perayaan ketupat nanti, sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong,” jelasnya, Rabu (28/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Pemdes juga telah membentuk panitia pelaksana yang diharapkan segera bergerak mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis. Panitia diminta mulai melakukan kerja-kerja kecil sejak dini, mengingat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari, sehingga seluruh persiapan dapat berjalan maksimal.
Selain membahas Lebaran Ketupat, rapat juga menyinggung rangkaian kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Masyarakat Desa Tadoy 1 akan mengisi bulan puasa dengan berbagai aktivitas positif seperti pengajian, tadarusan, buka puasa bersama, serta kegiatan keagamaan lainnya yang dilaksanakan selama sebulan penuh.
Sejumlah warga yang hadir dalam rapat menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sebagai masyarakat tentu siap membantu. Lebaran Ketupat ini sudah jadi tradisi turun-temurun di desa, jadi sudah sepatutnya kita jaga bersama,” ujar salah satu warga.
Warga lainnya juga menilai kegiatan ini menjadi momen penting memperkuat kebersamaan.
“Selain silaturahmi, kegiatan seperti ini bikin hubungan antarwarga makin dekat. Kami siap terlibat dalam persiapan sampai hari pelaksanaan,” tuturnya.
Pemdes Tadoy 1 pun berharap adanya kerja sama seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan, baik selama Ramadan maupun perayaan Lebaran Ketupat, dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh kebersamaan.
Lebaran Ketupat yang digelar pasca Idulfitri ini menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Tadoy 1 sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga desa.[Red]
























