SuaraUtara.com, Banggai – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Safrudin Hinelo, S.STP., M.Si., menggelar rapat bersama para kepala sekolah SMP di Kabupaten Banggai terkait rencana pemindahan siswa-siswi ke SMP Negeri Mirqan, Selasa (26/5/2026).
Rapat yang dilaksanakan di SMP Negeri Mirqan tersebut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Luwuk, SMP Negeri 2 Luwuk, dan SMP Negeri 3 Luwuk.
Turut mendampingi Kadisdikbud, Kepala Bidang SD Icwan Amad Tahir, S.Pd., Kepala Bidang SMP Irma Labuan, serta sejumlah kepala sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat itu dibahas rencana pemindahan siswa-siswi kelas 7, 8, dan 9 dari tiga sekolah tersebut ke SMP Negeri Mirqan sebagai bagian dari upaya pengembangan sekolah agar menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah Kabupaten Banggai.
Kadisdikbud Banggai, Safrudin Hinelo yang akrab disapa Didi, menegaskan bahwa siswa-siswi yang diprioritaskan untuk pindah adalah mereka yang berdomisili di wilayah Luwuk Selatan dan sekitarnya.
Siswa-siswi yang pindah diutamakan yang berdomisili di Luwuk Selatan, dan bagi siswa-siswi yang ingin pindah ke SMP Negeri Mirqan agar segera mengajukan,” tegasnya.
Meski demikian, pihak Disdikbud Banggai juga membuka kesempatan bagi siswa dari luar wilayah tersebut yang ingin melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Mirqan untuk mengajukan perpindahan.
Selain itu, Safrudin Hinelo memastikan para orang tua murid tidak perlu khawatir terkait pengadaan seragam baru.
Menurutnya, siswa-siswi yang dipindahkan tetap diperbolehkan menggunakan seragam dari sekolah asal masing-masing.
Bagi orang tua murid yang ingin memindahkan anak-anaknya, semua diberikan kebebasan mengenai seragam karena mereka tetap memakai seragam asal sekolah yang lama,” ujarnya.
Kebijakan tersebut disambut baik para orang tua murid karena dinilai dapat meringankan beban biaya pendidikan serta mempermudah proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah baru.
Disdikbud Banggai berharap kehadiran SMP Negeri Mirqan dapat menjadi alternatif pendidikan unggulan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Luwuk Selatan dan sekitarnya.(AM’oks69)
























