KONI dan Anggaran Publik: Transparan di Aturan, Minim di Prestasi

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi (google)

Foto : Ilustrasi (google)

Catatan Redaksi : Ruslan Panigoro (Pemred)

Setiap tahun, anggaran KONI disahkan melalui mekanisme resmi negara. Tidak ada yang ilegal dalam prosesnya. Namun dalam jurnalisme, sesuatu yang legal belum tentu otomatis akuntabel. Di sinilah publik berhak bertanya: mengapa anggaran olahraga terus mengalir, sementara prestasi dan kesejahteraan atlet kerap tertinggal?

Di atas meja rapat, olahraga selalu diposisikan sebagai investasi sumber daya manusia. Tapi di lapangan, atlet masih berlatih dengan fasilitas minim, pelatih bekerja tanpa kepastian jangka panjang, dan pembinaan usia dini bergantung pada semangat individual, bukan sistem. Ketimpangan ini terlalu sering terjadi untuk disebut kebetulan.

Laporan pertanggungjawaban anggaran KONI biasanya selesai tepat waktu. Administrasi rapi, tanda tangan lengkap. Namun ukuran keberhasilan olahraga tidak berhenti di kerapian dokumen. Publik berhak mengetahui berapa rupiah yang benar-benar sampai pada atlet, berapa yang habis untuk operasional pengurus, dan apa tolok ukur keberhasilan dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Kritik terhadap KONI sering dibalas dengan narasi klasik: anggaran terbatas dan sarana kurang memadai. Pernyataan ini sah, tetapi menjadi problematis ketika diulang dari tahun ke tahun tanpa perubahan strategi. Jika dana memang terbatas, mengapa prioritas belanja tidak sepenuhnya diarahkan pada pembinaan inti? Mengapa investasi jangka panjang kalah oleh agenda jangka pendek yang berulang?

Yang lebih mengkhawatirkan adalah absennya konsekuensi atas kegagalan. Dalam tata kelola modern, anggaran publik selalu disertai indikator kinerja. Gagal mencapai target berarti evaluasi, restrukturisasi, bahkan pergantian kebijakan. Dalam pengelolaan olahraga, mekanisme ini nyaris tak terdengar. Kepengurusan berganti, tetapi pola tetap sama.

Opini ini tidak bermaksud menuding adanya penyimpangan. Namun jurnalisme memiliki kewajiban moral untuk mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman. Jika KONI yakin telah bekerja maksimal, maka keterbukaan data anggaran, program, dan capaian prestasi justru akan memperkuat legitimasi lembaga tersebut.

KONI sesungguhnya masih dibutuhkan. Tanpa lembaga ini, olahraga daerah akan tercerai-berai. Namun kebutuhan itu tidak boleh berubah menjadi kekebalan dari kritik. Uang publik menuntut transparansi publik. Prestasi tidak bisa dibangun dengan jargon, melainkan dengan sistem yang bisa diuji dan diawasi.

Pada akhirnya, publik tidak sedang menuntut medali semata. Yang dituntut adalah kejujuran tata kelola: jujur tentang kemampuan, jujur tentang kegagalan, dan jujur tentang ke mana anggaran olahraga diarahkan. Jika itu terpenuhi, KONI tidak hanya akan bertahan tetapi layak dipercaya.***

Berita Terkait

Menikmati Kesenian Hadrah Sebagai Media Dakwah Dalam Membangun Syiar Islam
APRESIASI SASTRA, PESONA ANGGREK: KETIKA KEINDAHAN MEMILIH UNTUK DIAM
Ketika Diskusi Akan Merekatkan Tali Kerjasama
Guru Tidak Ditugaskan untuk Menyeragamkan Murid
Wahai Para Penyuap Peserta Muktamar, Berhentilah Berpura – pura
Saya Mohon kepada Presiden RI, Prabowo Subianto agar Me-reshuffle Syaifullah Yusuf dan Nusron Wahid dari Kabinet 
Hati Adalah Sumber Kebaikan Dan Kebajikan
TIGA LANGKAH SEMPURNANYA RISWAH
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:55 WITA

Menikmati Kesenian Hadrah Sebagai Media Dakwah Dalam Membangun Syiar Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:11 WITA

APRESIASI SASTRA, PESONA ANGGREK: KETIKA KEINDAHAN MEMILIH UNTUK DIAM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:52 WITA

Ketika Diskusi Akan Merekatkan Tali Kerjasama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Guru Tidak Ditugaskan untuk Menyeragamkan Murid

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Wahai Para Penyuap Peserta Muktamar, Berhentilah Berpura – pura

Berita Terbaru

Kab.Buol

dr. Budi Nahkodai RSUD Mokoyurli, Bupati Buol Dorong Pembenahan

Selasa, 3 Nov 2026 - 18:08 WITA