SUARAUTARA.COM|KOTA BATU – Jika anda pernah merasakan sensasi buah strawberry yang manis dengan sedikit rasa asam segar, mungkin itu berasal dari kebun yang terletak di lereng Gunung Arjuno – Kebun Strawberry Pujon. Tempat yang bukan hanya menghadirkan keindahan alam pegunungan, tapi juga menjadi bukti nyata kerja keras masyarakat lokal dalam mengubah lahan menjadi sumber berkah bagi Kota Batu dan sekitarnya.
Awal Mula Perkebunan yang Berawal dari Coba-coba
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
————————————————————–
Dari beberapa petani muda di Desa Pujon mulai mencoba menanam strawberry setelah melihat potensi iklim daerah yang sejuk dan tanah liat gembur yang kaya akan unsur hara. Awalnya hanya berupa lahan kecil seluas kurang dari 1 hektar, dengan jenis tanaman yang masih terbatas pada varietas lokal. Namun, setelah melihat hasilnya yang cukup memuaskan, semakin banyak petani yang bergabung dan mulai mengembangkan areal perkebunan.
Dan saat ini, kebun strawberry di Pujon sudah menyebar di beberapa lokasi dengan total luas puluhan hektar dengan varietas unggulan seperti Chandler, Sweet Charlie, dan bahkan beberapa jenis baru yang diimpor dari Jepang.
Semua ditanam dengan sistem pertanian berkelanjutan – menggunakan pupuk kandang dari ternak lokal dan metode penyiraman tetes yang efisien untuk menghemat air.
Pengalaman Wisata yang Tak Bisa Dilupakan
———————————————————-
Yang membuat Kebun Strawberry Pujon berbeda dari destinasi wisata buah lainnya adalah suasana yang sangat akrab dengan alam. Pengunjung tidak hanya bisa memetik strawberry sendiri dengan memilih buah yang paling matang, tapi juga bisa belajar langsung dari petani tentang bagaimana cara merawat tanaman dan memilih buah yang berkualitas.
Tiket masuk yang dibebankan cukup terjangkau, dan sebagian dari uang tersebut digunakan untuk pemeliharaan lingkungan dan pembangunan fasilitas umum di desa.
Selain memetik buah, ada juga banyak hal seru yang bisa dilakukan di sini. Anda bisa mencoba membuat kerajinan tangan dari daun strawberry kering, menikmati hidangan spesial seperti bubur sumsum dengan saus strawberry atau es buah dengan tambahan topping buah segar, bahkan berfoto ria dengan latar belakang hamparan tanaman strawberry yang berwarna merah menyala di tengah hijau dedaunan pegunungan.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Lingkungan
————————————————————–
Perkembangan kebun strawberry di Pujon telah membawa perubahan besar bagi masyarakat lokal. Banyak keluarga yang dulunya hanya bergantung pada pertanian jagung dan padi kini memiliki penghasilan yang lebih stabil dari penjualan buah segar dan usaha jasa wisata.
Selain itu, telah terbentuk kelompok kerja petani yang saling membantu dalam hal pemasaran produk, sehingga hasil panen tidak perlu khawatir tidak terjual.
Dari sisi lingkungan, para petani juga sangat memperhatikan kelestarian alam. Mereka tidak menggunakan pestisida kimia yang berbahaya, sehingga air sungai di sekitar kebun tetap bersih dan ekosistem lokal tetap terjaga.
Beberapa lokasi kebun juga telah ditanami pohon penghijauan seperti pinus dan cemara untuk mencegah erosi tanah dan menjaga keseimbangan alam.
Harapan untuk Masa Depan
ke depannya, masyarakat Pujon berharap bisa mengembangkan perkebunan strawberry menjadi lebih modern dengan menerapkan teknologi pertanian canggih, seperti penggunaan sistem hidroponik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah.
Selain itu, mereka juga ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini agar tradisi budidaya strawberry di Pujon tetap lestari dan terus berkembang. (***)
Penulis : Nilawati Handayani, pemerhati dan pecinta lingkungan. Tinggal di Kota Malang, Jawa Timur.















