Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga lanjut usia yang menjadi korban kebakaran di Desa Taugi, Kecamatan Masama, Kamis (22/10/2026).
Untuk bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., bersama Wakil Bupati Banggai terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Penyalurannya dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Banggai di bawah koordinasi Kepala Dinas Sosial, Hariadi Bola, S.H.
Sehingga penerima bantuan langsung pada Djamaludin Nursin, berusia 71 tahun, yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Dalam penyaluran bantuan dilakukan oleh tim Dinas Sosial dengan dukungan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Banggai dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Bantuan tersebut diterima langsung oleh korban dengan didampingi Kepala Desa Tangeban, Rinto Sapi’i.
Berdasarkan laporan kejadian, kebakaran berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA. Api diduga berasal dari area dapur, kemudian dengan cepat menjalar hingga ke bagian atap bangunan.
Pada saat warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan untuk membantu. Aparat Desa Tangeban dan Desa Taugi juga dihubungi untuk melakukan penanganan. Namun, api telah membesar sehingga sulit dipadamkan. Dalam peristiwa tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Merespons kejadian itu, Dinas Sosial Kabupaten Banggai segera menyalurkan bantuan guna membantu meringankan beban korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal.
Langkah ini menjadi bagian dari pelayanan sosial pemerintah daerah dalam menangani warga yang terdampak bencana, khususnya kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih.
Tak hanya itu melalui sinergi Dinas Sosial, TAGANA, pendamping PKH, pemerintah desa, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banggai berupaya memastikan warga yang tertimpa musibah memperoleh perhatian dan dukungan.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi situasi darurat, sehingga warga terdampak tidak harus menghadapi masa sulit tanpa dukungan.(AM’oks69).









