Banggai, Suarautara.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Kabupaten Banggai, Dinas Kesehatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelolaan Posyandu. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin, 7 Juli hingga Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Hotel Estrela, Luwuk.
Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Banggai, Syamsuarni Amirudin, yang kemudian direspons cepat oleh Kepala Dinas Kesehatan Banggai, Hj. Nurmasita Datu Adam, S.Kep., Ns. selaku pembuka acara. Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid Yankes Abd. Haris Sibadu, SKM., M.Kes. serta PIC ILP Banggai, Irma Windriyati, SKM.
Kegiatan ini mengundang sejumlah narasumber internal Dinas Kesehatan, yaitu Marlinne A.L. Tiwow, SKM, Rita Maasi, SKM, dan Mindaynin Kalonggi, SKM, untuk memberikan materi kepada para kader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat 54 kader dibagi ke dalam dua kelas :
Kelas 1: Kader dari Desa Biak, Awu, Bumi Beringin, dan Boyou, termasuk pendamping dari Pustu Biak.
Kelas 2: Kader dari Desa Bunga, Buon Mandiri, Kamumu, dan Kelurahan Kilongan Permai, juga dengan pendamping desa.
Dalam sambutannya, Hj. Nurmasita menekankan pentingnya orientasi ini dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya integrasi layanan primer (ILP) yang kini menjadi pendekatan utama dalam kegiatan Posyandu. Ia menegaskan bahwa Posyandu saat ini tidak hanya melayani balita, namun menyasar seluruh siklus hidup, dari ibu hamil hingga lansia.
Kami ingin kader tidak hanya hadir, tapi memahami dan mampu menerapkan 25 kompetensi dasar Posyandu secara terampil. Evaluasi dari pelatihan ini akan menjadi acuan pemberian insentif serta perencanaan kegiatan ke depan,” tegas Kadis.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Posyandu kini tidak lagi memakai sistem “5 meja”, melainkan berganti menjadi “5 langkah kegiatan”, sesuai dengan standar pelayanan terbaru.
Melalui pelatihan ini, Kepala Dinkes Banggai berharap seluruh kader Posyandu dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih mandiri, profesional, dan berdaya guna, terutama dalam menyukseskan pelaksanaan ILP di setiap desa dan kelurahan,” pungkas Nurmasita
( DinkesBanggai/Amrillah Mokoagow )












