BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Suara Riuh semangat para atlet muda menggema di arena Kejuaraan Karate Antar Dojo/Ranting “Banggai Brothers” 2025. Di tengah gemuruh semangat kompetisi, tim media noteza.id berkesempatan melakukan wawancara langsung dan eksklusif dengan sosok sentral di balik terselenggaranya event prestisius ini: Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai, Drs. Yori Ntoi.
Sosok yang dikenal luas sebagai Simpai Yori ini bukan sekadar pejabat. Ia adalah mantan atlet nasional karate dengan sabuk hitam DAN V dan kini menjabat sebagai Ketua Harian FORKI Banggai sekaligus Ketua Panitia pelaksana kejuaraan.
Menyambut tim media dengan hangat dalam balutan seragam FORKI, Yori membuka perbincangan dengan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan ajang ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga momentum evaluasi teknik dan mental para atlet. Ini bagian dari pembinaan jangka panjang. Kita ingin tradisi medali dari cabor karate Banggai terus berlanjut, bahkan meningkat,” tegasnya.
Yori menyebutkan, kejuaraan ini diikuti 287 atlet dari tiga kabupaten: Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut. Mereka bertanding memperebutkan total hadiah senilai Rp 60 juta, terdiri dari medali, piagam, dan uang pembinaan.
Kalau di tempat lain hanya medali dan piagam, di Banggai kita tambahkan uang pembinaan. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong prestasi atlet. Dan ini tidak terlepas dari peran besar Bupati Ir. H. Amirudin, MM, AIFO selaku Ketua Umum FORKI Banggai, serta Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin sebagai Pembina FORKI,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai perannya dalam dunia karate, Yori menyampaikan bahwa dedikasinya lahir dari pengalaman panjang sebagai atlet.
Saya ingin anak-anak kita punya peluang dan harapan. Karate bukan hanya soal medali, tapi juga karakter: disiplin, semangat juang, dan sportivitas. Nilai-nilai ini yang harus terus kita tanamkan sejak dini,” ungkapnya penuh keyakinan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa cabang olahraga karate telah terbukti menjadi penyumbang medali andalan Kabupaten Banggai. Salah satu buktinya, pada PON Aceh–Sumut tahun kemarin atlet binaan FORKI Banggai Alan Nuary Abdussama telah berhasil menyumbang medali perunggu di PON jabar 1016 perak,, miftah Fauzan Tanjung Bulu perunggu pon aceh medan 2024 event tersebut.
Regenerasi berjalan. Kegiatan seperti ini jadi wadah. lahirnya bibit baru. Kita tidak boleh berhenti. Anak-anak harus tahu, mereka bisa jadi penerus para juara,” katanya dengan mata berbinar.
Di akhir wawancara, Simpai Yori memberikan pesan penting bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat:
Saya yakin, selama kita konsisten dan terus didukung semua pihak, karate Banggai akan terus bersinar dan menjadi kebanggaan daerah. Kita jaga semangat, kita jaga tradisi medali,” pungkasnya.
( DisPoraBanggai/AmrillahMokoagow )
























