SUARAUTARA, BUOL – Maraknya pemberitaan soal Dinas Kesehatan kabupaten Muara Enim terkait dugaan pelanggaran pengelolahan Limbah B3 (Bahan, beracun dan berbahaya) Medis pada fasilitas pelayanan Kesehatan, baik dari tingkat Rumah Sakit, Puskesmas hbahkan Poskesdes, ternyata tidak memberikan efek jerah bagi oknum pelaku pendumping limbah B3 hingga saat ini dan terkesan cuek.
Sikap acuh tak acuh tersebut di tunjukan Dinkes untuk menyikapi oknum yang malah merusak citra Dinas Kesehatan di Muara Enim.
Salah satu contoh belum lama ini di temukan pembakaran dan pembuangan Limbah B3 Medis di media lingkungan Pokesedes Desa Muara Harapan, Kecamatan Muara Enim, yang ditemukan oleh Taufik hermanto selaku letua DPC L.A.I Basus D.8.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parahnya lagi, meski sudah ditemukan bukti dan fakta Dilapangan, namu dinas terkait cuek dan tak mau memberikan sanksi tegas dari dinas terkait dan penegak hukum yang ada di wilayah kabupaten Muara enim, akan tetapi lebih menambah oknum baru bermunculan.
Saat awak media meminta keterangan dari ketua DPC,Taufik Hermanto dirinya memaparkan jika pihaknya saat ini selain fokus dalam pengawasan Limbah B3 medis, pihaknya juga sedang mendalami terkait proyek – proyek dan Pengadaan di dinas kesehatan kabupaten Muara Enim tahun anggarab 2020 – 2022.
” hal ini saya lakukan karena ada dugaan pengadaan dan penggunaan anggaran yang tidak efektif, ” ungkap Taufik kepada media ini, Minggu (17/12/2022)
Selain hal diatas, banyak Pengadaan yang patut di curigai dan didalami karena anggaran yang digunakan cukup besar bahkan hingga miliyaran rupiah.
” Saat ini saya dengan data pendukung yang ada akan terus mengumpulkan bukti tambahan agar dapat menjadi acuan dasar dari Laporan saya ke pihak Penegak Hukum,” beber Taufik.
Taufik kepada media ini menceritakan soal gertakan sindiran dari salah satu wartawan nasional melalui saluran telepon dari jakarta yang meminta pihaknya untuk menyiapkan data valid terkait dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut, Taufik Hermanto dengan tegas mengatakan jika tidak data tidak valid, untuk apa pihaknya akang mengawal proses ini dan kami sikapi.
” Toh contoh sudah ada, kita tunggu saja endingnya,” tegas Taufik dengan santai sambil tertawa.
Taufik berharap semoga Dukungan masyrakat yang Peduli akan bahayanya Limbah B3 Medis, dapat mencegah penularan bahkan inveksius yang diakibatkan dari limbah B3 medis kesehatan,dan semoga Aparat Penegak Hukum dapat lebih tegas dalam menindak pelaku Dumping Limbah B3 (bahan,beracun dan berbahaya).
(ZulhadiAripin)

























