SUARAUTARA (BOLMONG)- Puluhan rumah pemukiman warga di Dumoga terancam banjir, Pasalnya Tanggul penahan air yang baru saja di kerjakan ambruk. Hal ini terjadi karena pekerjaan dan kontruksi bangunan di duga di kerjakan asal jadi oleh pihak pelaksana padahal pekerjaannya belum selesai 100 persen.
Hal ini menjadi sorotan warga yang tinggal di bantaran sungai Dumoga. Mereka khawatir rumah mereka terendam banjir.
” Jika ini di biarkan maka jika musim hujan rumah kami terancam tenggelam akibat banjir padahal yang kami tahu proyek itu di banderol miliyaran rupiah, ” Ucap warga, Senin 27/06/2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut warga, Instansi terkait dalam hal ini Balai wilayah sungai Sulawesi 1 jangan tinggal diam dan harusnya mereka turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap tim pelaksana. Kami menduga amblasnya pekerjaan tanggul penahan sungai akibat lemahnya pengawasan instansi terkait.
Warga juga menambahkan agar DPRD Provinsi Sulawesi Utara memanggil kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 untuk menggelar RDP (Rapat Dengar Pendapat).
Terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 I Komang Sudana ketika di konfirmasi mengatakan, Pihak balai responsif atas keluhan warga terkait amblasnya tanggul penahan air di Dumoga.
” Saya sudah perintahkan pelaksana/Kontraktor untuk melakukan pembongkaran dan perbaikan dan selama ini pihak kami selalu menganjurkan kepada pelaksana untuk lebih mengutamakan kwalitas pekerjaan.amun bisa saja amblasnya tanggul penahan air tersebut karena pengaruh alam akibat derasnya hujan (Force Majoure) dan ini di luar kendali kami sebagai manusia biasa, ” Imbuhnya.*(Tim)























