Cicil 53 HP, Puluhan KTP Warga Dipakai! IRT di Touna Dilaporkan atas Dugaan Penipuan

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOUNA, SUARAUTARA.COM – Skema kredit handphone (HP) yang diduga menyeret nama puluhan warga akhirnya berbuntut laporan polisi. Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MUN, warga Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), resmi dilaporkan ke Polres Touna.

Pelapor, ZUL (31), membuat laporan pada Selasa, 10 Februari 2026 dengan nomor STTLP/B/86/II/2026/SPKT/POLRES TOJOUNAUNA POLDA SULAWESI TENGAH. Dugaan penipuan ini disebut sudah berlangsung sejak 2021 dengan nilai kerugian mencapai Rp138,78 juta dalam bentuk puluhan unit HP.

Kepada awak media, Korban mengaku langkah hukum ditempuh karena pelaku dinilai tak menunjukkan itikad baik meski sudah berulang kali dimediasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah dimediasi di desa, tapi tidak ada penyelesaian. Jadi saya laporkan supaya diproses hukum,” tegas Zul.

 Modus: Kredit HP, KTP Warga Jadi ‘Jaminan’

Peristiwa bermula pada 10 November 2021. Pelaku menawarkan kerja sama kredit HP. Barang disebut akan dikreditkan ke pihak lain dengan jaminan KTP.

Sebanyak 53 unit HP diserahkan korban. Dalam prosesnya, sekitar 30 KTP dimasukkan sebagai data kredit, bahkan ada satu KTP dipakai untuk dua unit HP.

Namun fakta di lapangan bikin geger.

“Hanya 5 orang yang benar datanya. Yang lain mengaku tidak pernah ambil HP dan tidak tahu namanya dipakai kredit,” ungkap Zul.

Lebih miris, ada warga yang mengaku hanya diminta KTP untuk alasan administrasi arisan, tapi justru digunakan sebagai syarat kredit HP. Sejumlah pemilik identitas kini merasa dirugikan karena nama mereka terseret dalam transaksi yang tak pernah mereka lakukan.

Tiga Kali Mediasi, Janji Tinggal Janji

Kasus ini sempat dibawa ke meja mediasi di Kantor Desa Balanggala, domisili lama pelaku. Dalam pertemuan itu, MUN disebut berjanji akan mencicil kerugian sambil menunggu pencairan dana bank.

Faktanya, hingga kini tak ada pembayaran berarti.

“Sudah tiga kali mediasi. Tetap tidak ada realisasi. Saya sudah tidak bisa menunggu,” ujar Zul.

Zul berharap Polres Touna segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menuntut pelaku bertanggung jawab penuh dan mengembalikan kerugian.

Kasus ini jadi alarm keras bagi masyarakat agar tidak sembarang menyerahkan identitas untuk urusan kredit barang tanpa kejelasan.

[Agung/red]

Berita Terkait

Chat Bocor !!! Skandal Terkuak, Begini Isi Percakapan Mencengangkan di Balik Raibnya Dana Atensi Tambang Pohuwato
Bupati Ilham Lawidu Lepas Keberangkatan Jemaah Calon Haji Tojo Una-Una
Polres Banggai Ringkus Penadah Barang Curian Alat Bengkel di Batui Selatan
Siapa Dia? Oknum Kepercayaan Tambang Pohuwato Diduga Khianati Rekan, Uang Atensi Raib!
Dugaan Malpraktik Berujung Laporan ke Polres Touna, dr. NK Laporkan Akun FB “Boo Mba”
Anggota Satlantas Polres Banggai Berikan Sosialisasi ETLE Mobile Pengendara Diminta Tertib Berlalu Lintas
Posbakumadin Touna Apresiasi Satresnarkoba Polres Touna, Ungkap 18 Kasus Narkoba
Kades di Mojokerto Tegas Larang RJ, Tapi Ijinkan Kasus Pencabulan Anak Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:04 WITA

Bupati Ilham Lawidu Lepas Keberangkatan Jemaah Calon Haji Tojo Una-Una

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:36 WITA

Polres Banggai Ringkus Penadah Barang Curian Alat Bengkel di Batui Selatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:06 WITA

Siapa Dia? Oknum Kepercayaan Tambang Pohuwato Diduga Khianati Rekan, Uang Atensi Raib!

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:36 WITA

Dugaan Malpraktik Berujung Laporan ke Polres Touna, dr. NK Laporkan Akun FB “Boo Mba”

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:05 WITA

Anggota Satlantas Polres Banggai Berikan Sosialisasi ETLE Mobile Pengendara Diminta Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru

SITUBONDO

Sasar Aplikasi Judi Online, Kapolres Cek HP Anggota

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:32 WITA