SUARAUTARA.COM, Buol – Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si menjadi narasumber Dialog disalah satu Radio pemerintah yang mengangkat tema “Kesiapan Buol menjadi penyanggah pangan Ibukota Negara” bertempat di Aula Vidcon Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buol.
Bupati turut didampingi Kadis Perhubungan dan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Point penting yang disampaikan Bupati Buol diantaranya pada kesempata itu diantaranya Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati, tujuan perpindahan Ibukota negara salah satunya adalah pemerataan pembangunan.
“Membuka wilayah pertumbuhan ekonomi baru itu substansi perpindahan ibukota”
Untuk di ketahui, dalam RTRW Sulteng, Dibagi dalam empat koridor pewilayahan ekonomi, untuk Buol dan Toli-Toli masuk kategori daera penyangga pangan.
“Buol masuk daerah penyangga atau dapat di sebut daerah belakang, (interland). Fokus komoditas pangan. Sesuai fungsinya menjadi daerah pemasok komoditas semisal pertanian, peternakan, dan perikanan kelautan” ujarnya.
Selain itu, menurut Bupati Amirudin, Kabupaten Buol selain strategis dalam aspek geografis, juga memiliki beberapa aspek yang dapat di maksimalisasi menjadi peluang.
Semisal produksi jagung teratas di Sulteng. Dengan produksi minimal 117 Ton/Tahun.
Bidang Peternakan juga sangat prospektif. Buol bisa jadi lumbung daging nasional yang di pasok ke Ibukota.
“Awalnya populasi kita hanya berkisar di angka 18 ribu Ekor, hanya dalam 3 Tahun sejak program One Man One Cow hadir, populasi kita mencapai angka 35 ribu ekor”
Perikanan dan Kelautan dalam jenis komoditas Udang Vaname. Buol menjadi satu dari lima Kabupaten di Indonesia yang menjadi pilot project dengan anggaran berkisar 186 Miliar.
“percetakan tambak masyarakat. Produksi bibit benur, yg awalnya beli dari Sulsel dalam bentuk Larva (Nofli), bulan depan insya Allah kita sudah bisa hasilkan Indukan”
Poin ketiga yang disampaikan Bupati adalah salah satu yang harus mampu di maksimalkan oleh Buol adalah meminimalisir panjangnya jalur pemasaran.
“Rantai Pasokan tidak boleh panjang, olehnya jalur transportasi mesti memastikan petani atau peternak dapat langsung menjualnya di pasar Ibukota Negara” terang Bupati lagi.
Sebab, untuk meningkatkan pendapatan rakyat hanya dengan cara menekan Biaya Produksi sekaligus Meningkatkan Produktifitas.
Olehnya menurut Bupati modal utama dan penting adalah kemauan.
“Political Will setiap pemimpin, instrumen pemerintahan, dan rakyat di daerah ini yang akan menjadi kunci utama Buol memanfaatkan peluang perpindahan Ibukota” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini juga RRI memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Buol yang selalu mensuport dan selalu bersedia menjadi narasumber rutin.
“Bupati Buol satu-satunya kepala daerah di Sulteng yang selalu bersedia menjadi narasumber, mendukung keterbukaan informasi publik, dan turut serta mensukseskan penyiaran RRI” Ucap Perwakilan RRI Cab. Toli-Toli.
Sumber : Prokopim
Editor : Ruslan Panigoro






















