SUARAUTARA.(BOLMONG)- Sungai yang ada di desa Lolan Dua Kecamatan Bolaang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (Sulut) berjarak 50 meter dari pemukiman warga ancam keselamatan warga.
Hal itu karena debit air dalam satu bulan terakhir ini cukup tinggi. Air yang mengalir deras menggerus bantaran sungai Lolan Dua. Yang lebih mengkhawatirkan lagi di atas bantaran sungai ini berdiri sebuah jembatan yang merupakan akses vital warga masyarakat.
Bahkan, bibir sungai semakin tipis dari hari ke hari. Akibatnya, Warga sekitar yang tinggal di bantaran sungai harap-harap cemas. Mereka khawatir, bibir sungai semakin tergerus. Tentu saja bisa berdampak pada pemukiman yang tidak jauh dari lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Saya sudah menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk waspada dan siaga 1 apalagi jika musim hujan. Ancaman abrasi semakin meningkat menyusul terjadinya musim penghujan saat ini. Sejumlah kepala keluarga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mengaku was-was. Karena bantaran tersebut semakin tergerus air,” Ujar Sangadi Lolan Dua Aladin Gobel.
Selain pemukiman, lanjut Aladin tergerusnya bibir sungai juga mengancam lahan pertanian yang ada di sepanjang bibir sungai. Saya khawatir jika tak segera di pasang tangung penahan sungai dampaknya akan lebih besar. ” Lihat saja kondisi sungai awalnya luasnya bukan begini tapi karena terkeruk air sehingga sungai abrasi dan luasnya melebar, ” Ujar Aladin.
Sangadi Aladin berharap instansi terkait segera turun tangan. Sehingga kondisi tersebut tidak membahayakan warga yang tinggal di pemukiman dekat sungai tersebut. “Penanganan abrasi di bibir sungai ini merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Jadi tidak bisa menggunakan dana desa karena pagu nya terlalu besar.
Senada juga yang di sampaikan sangadi Lolan induk Jumalan Paputungan Spd. ” Pantai lolan induk yang merupakan destinasi wisata di BMR butuh perhatian Pemkab Bolmong dan Pemprov Sulut. Jika bisa di anggarkan melalui Dana Desa kami akan segera bangun penahan ombak tapi selain tak sesuai regulasi Dana Desa tak cukup karena anggaran besar.
Sebagai Pemdes Lolan induk mewakili aspirasi masyarakat Kami mohon agar Pemprov Sulut dalam hak ini pihak Balai Sungai Wilayah Sulawesi 1 dapat menganggarkan pembangunan Tebing penahan ombak di desa kami, ” Imbuh Sangadi Jumalan.
Terpisah Pihak balai sungai wilayah Sulawesi 1 melalui PPK Ronny Rodson ST.MT ketika di konfirmasi lewat seluler mengatakan, Pihaknya selalu respon atas keluhan dari warga masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai namun tentunya pihak balai sifatnya menunggu, Artinya wilayah desa yang mengalami abrasi harus memasukan profosal di tujukan kepada pihak Balai sungai Wilayah Sulawesi 1.
Terkait ancaman abrasi di Bolmong tepatnya di desa Lolan induk dan desa Lolan Dua Jumat lalu kami sudah turun ke lapangan untuk survei lokasi.
Prosedurnya, Sangadi silahkan bawah proposal usulan kerusakan pantai ke Balai Sungai Wilayah Sulawesi 1 kemudian nanti di usulkan studi penanganan pantai.
Untuk persoalan abrasi sungai Lolan Dua akan kami usulkan dan mudah-mudahan lolos, Terus untuk persoalan ancaman abrasi pantai di Kawasan wisata Desa Lolan induk kami sarankan lebih cepat dan tepat penanganannya ke penataan kawasan Balai cipta karya, ” Jelas Ronny Rodson.
Di ketahui sebelumnya, Pemerintah dua desa masing-masing Pemdes Lolan induk dan Pemdes Lolan Dua mengeluhkan ancaman abrasi yang berpotensi mengancam keselamatan warganya*(Tim)






















