menjelaskan, Pemerintah Kota Kotamobagu terus mengoptimalkan berbagai program percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, penguatan peran Posyandu, pemberian intervensi gizi kepada kelompok sasaran, edukasi pola asuh dan gizi keluarga, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian, gotong royong, dan komitmen seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kepedulian seluruh pihak. Mari kita bersama-sama mengambil bagian melalui langkah nyata dengan memberikan dukungan terhadap pemenuhan gizi anak-anak yang membutuhkan agar mereka dapat tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ajaknya

Rangkaian kegiatan Harganas ke-33 juga diisi dengan penyerahan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting oleh Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, serta unsur Forkopimda. Selain itu, diserahkan pula piagam penghargaan kepada MA Negeri 1 Kotamobagu sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, TPA Happy Kids sebagai Taman Asuh Sayang Anak, dan Sekolah Lansia Mototabian sebagai Lansia Berdaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pelayanan KB gratis, cek kesehatan gratis, stand Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPKKA), serta stand Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Peringatan Harganas ke-33 dihadiri pimpinan OPD, camat, lurah, sangadi, perangkat desa dan kelurahan, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.
(Adve)

























