HUT ke-116 Kotamobagu: Menjadikan Sejarah sebagai Sumber Inspirasi dan Identitas Daerah

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU, SUARAUTARA.COM – Pagi itu, Lapangan Alun-alun Boki Hontinimbang tak sekadar menjadi ruang upacara. Ia berubah menjadi panggung sejarah, tempat masa lalu, masa kini, dan masa depan Kota Kotamobagu bertemu dalam satu tarikan napas. Senin (19/1/2026), di usia ke-116 tahun, kota ini kembali menoleh ke belakang—bukan untuk bernostalgia semata, tetapi untuk meneguhkan arah langkah ke depan.

Di tengah barisan peserta upacara, Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M. berdiri memimpin jalannya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kota. Bagi sebagian orang, ini adalah agenda tahunan. Namun bagi Weny Gaib, momen ini memiliki makna yang lebih personal sekaligus historis. Untuk pertama kalinya, ia bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., memimpin langsung upacara HUT sejak dipercaya mengemban amanah rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Upacara ini bukan sekadar seremoni,” ucapnya tegas. Kalimat itu menggema, menembus barisan ASN, tokoh adat, tokoh agama, Forkopimda, hingga masyarakat yang hadir. Di usia 116 tahun, Kotamobagu diingatkan kembali bahwa sejarah tidak pernah berhenti bekerja—ia terus hidup, membentuk nilai, dan menuntut tanggung jawab generasi hari ini.

Kotamobagu lahir dari perjuangan panjang. Dari masa kerajaan, pergulatan sosial, hingga dinamika pemerintahan modern, kota ini dibangun oleh keringat, doa, dan pengorbanan para pendahulu. Nama-nama mereka mungkin tak selalu tertulis di buku, tetapi jejaknya terasa dalam denyut kehidupan kota.

Bagi Weny Gaib, sejarah tidak boleh berhenti sebagai arsip atau upacara simbolik. Sejarah harus menjadi kompas moral—penunjuk arah dalam setiap kebijakan dan keputusan pembangunan.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi sumber nilai dan inspirasi,” katanya. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna: masa depan Kotamobagu tidak akan kuat jika tercerabut dari akarnya.

Tantangan kota hari ini jauh berbeda dengan masa lalu. Persaingan antarwilayah semakin ketat, tuntutan pelayanan publik kian tinggi, dan masyarakat semakin kritis. Di sinilah, menurut Wali Kota, semangat juang para pendahulu harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata: pemerintahan yang bersih, pelayanan yang adil, dan pembangunan yang dirasakan semua lapisan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi jika yang kita perjuangkan adalah masa depan Kotamobagu,” ujarnya. Kalimat itu bukan sekadar seruan, melainkan pengingat bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan tujuan.

HUT ke-116 juga memperlihatkan satu hal penting: persatuan. Hadirnya para kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya, Forkopimda, TNI-Polri, tokoh adat, hingga masyarakat umum menjadi simbol bahwa Kotamobagu dibangun dengan semangat kebersamaan.

Di usia yang lebih dari satu abad, Kotamobagu tidak lagi sekadar bertanya “dari mana kita berasal”, tetapi juga “ke mana kita akan melangkah”. Jawabannya, menurut Weny Gaib, hanya satu: melangkah bersama.

Pagi itu, bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dikumandangkan, dan doa dipanjatkan. Namun lebih dari itu, HUT ke-116 menjadi janji sunyi—bahwa Kotamobagu akan terus tumbuh sebagai kota yang maju, sejahtera, dan berkeadilan sosial.

Dari Alun-alun Boki Hontinimbang, harapan itu disemai. Sejarah memberi akar, persatuan memberi kekuatan, dan masa depan menunggu untuk diwujudkan. [adve]

Berita Terkait

Gerak Cepat Kadis Sosial Banggai Hariadi Bola Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya
Berawal dari Informasi Warga Polisi Bongkar Sabu 3,46 Gram yang Disembunyikan di Toko Pakaian Luwuk
Pisah Sambut Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Syafrullah Mambuhu Resmi Jabat Inspektur Definitif Bupati Amirudin Lantik 9 Pejabat Eselon II dan Tekankan Integritas
Penuh Haru AKBP Wayan Wayracana Dilepas Kombes Pol Hendri Yulianto dengan Tradisi Pedang Pora Menuju Wadir Pamobvit Polda Bali
Ricuh di Piala Gubernur Sulteng 2026 Keputusan Wasit Diprotes Duel Taliabo Muda FC vs Bunta Putra FC Ditunda
Polda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Pasien di ICU RSUD Martapura, Polisi Pastikan Penanganan Profesional
Perkuat Sinergitas Forkopimda Wakapolres Banggai Silaturahmi ke Kajari dan Dandim 1308/LB

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WITA

Gerak Cepat Kadis Sosial Banggai Hariadi Bola Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:26 WITA

Berawal dari Informasi Warga Polisi Bongkar Sabu 3,46 Gram yang Disembunyikan di Toko Pakaian Luwuk

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:08 WITA

Pisah Sambut Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:44 WITA

Syafrullah Mambuhu Resmi Jabat Inspektur Definitif Bupati Amirudin Lantik 9 Pejabat Eselon II dan Tekankan Integritas

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:42 WITA

Penuh Haru AKBP Wayan Wayracana Dilepas Kombes Pol Hendri Yulianto dengan Tradisi Pedang Pora Menuju Wadir Pamobvit Polda Bali

Berita Terbaru