Suarautara.com,TOUNA-Sebuah proyek bangunan yang diduga menggunakan anggaran Dana Desa di Desa Mire, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, dilaporkan mangkrak sejak tahun 2023. Bangunan yang direncanakan sebagai balai desa tersebut kini terlantar dan kondisinya dipenuhi semak belukar.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (6/6/2026) sore, proyek tersebut baru merampungkan struktur beton dan rangka baja ringan. Tidak ada aktivitas pekerja di lokasi, sementara bagian atap belum terpasang dan area sekitar mulai ditumbuhi rumput liar setinggi lutut orang dewasa.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mire, Mohamad Kamil Kamoyo, membenarkan bahwa proyek tersebut mulai dikerjakan pada tahun 2023 dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Katanya mau dibuat balai desa, tapi sampai sekarang tidak selesai. Kami juga tidak tahu kenapa berhenti,” ujar Kamil kepada awak media, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai informasi, Desa Mire tercatat menerima pagu Dana Desa sebesar Rp1,8 miliar pada tahun 2023. Mandeknya proyek bernilai ratusan juta ini memicu desakan publik agar aparat pengawas fungsional dan penegak hukum, seperti pihak Inspektorat serta Kejaksaan, segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
Pewarta: Agung
























