Suarautara.com,Malang – Upaya penguatan ekonomi berbasis masyarakat melalui program makan bergizi terus menunjukkan dampak nyata. Ketua Koordinator Wilayah Malang Raya GAPEMBI (Gerakan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia), Djoni Sudjatmiko, menilai program tersebut tidak hanya menyasar aspek kesehatan anak, tetapi juga menjadi penggerak sektor pangan dan UMKM. (***)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reporter: Suseno
Ditemui usai kegiatan halal bihalal dan pelantikan Pengurus Ranting MWC NU Karangploso di NK Kafe, Minggu (26/4/2026), Djoni menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi salah satu indikator keberhasilan program tersebut.
“Dari pertengahan tahun lalu sampai sekarang, harga pangan relatif stabil. Tidak ada lonjakan tajam seperti sebelumnya. Ini bagus, karena petani tetap mendapatkan kenaikan harga yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa program makan bergizi yang dijalankan telah memberikan efek berantai yang positif bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor bawah.
“Program ini cukup berhasil. Selain memperbaiki gizi anak-anak, juga menggerakkan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan,” tegasnya.
Djoni juga menyoroti posisi Indonesia di tengah tekanan global. Ia menyebut, dibanding sejumlah negara lain yang terdampak krisis, Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat.
“Di saat banyak negara mengalami tekanan, Indonesia tetap stabil. Bahkan disebut sebagai salah satu negara paling tahan terhadap dampak geopolitik global,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa GAPEMBI hadir bukan sebagai pelaku bisnis, melainkan sebagai fasilitator yang menjembatani kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan pelaksana program di lapangan, khususnya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
“Kami fokus pada sinergi. Bagaimana pengusaha bisa mendukung program SPPG bersama pemerintah daerah dan pihak terkait agar manfaatnya terus meningkat,” jelas Djoni.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap UMKM menjadi salah satu fokus utama GAPEMBI, terutama bagi pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok program makan bergizi.
“Kami tidak terlibat dalam pengadaan bahan baku. Peran kami adalah membina UMKM yang menjadi pendukung SPPG,” ungkapnya.
Hingga saat ini, jumlah SPPG yang telah terdaftar di wilayah Malang Raya mencapai lebih dari 100 unit, meski organisasi tersebut baru terbentuk dalam waktu dekat.
“Antusiasmenya tinggi. Ini menunjukkan kesadaran bersama untuk mendukung program ini semakin kuat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Djoni juga menekankan pentingnya momentum kebijakan pemerintah yang berpihak pada UMKM. Ia mengajak masyarakat untuk fokus pada produktivitas dan memanfaatkan berbagai kemudahan akses yang tersedia.
“Sekarang waktunya kerja. Pemerintah sudah membuka akses permodalan dan dukungan lainnya. Masyarakat bawah harus memanfaatkan ini untuk bangkit,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi arah kebijakan daerah yang dinilai selaras dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat.
“Arahan pimpinan daerah sangat jelas, fokus pada kerja nyata dan pertumbuhan ekonomi. Ini harus kita dukung bersama,” katanya.
Tak hanya itu, sinergi dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU) juga terus diperkuat, khususnya dalam membangun jaringan ekonomi berbasis umat.
“Kami mulai mengkonsolidasikan pengusaha-pengusaha NU di Jawa Timur. Ke depan ini akan menjadi agenda rutin untuk memperkuat kolaborasi,” tandasnya.
Djoni menegaskan, tujuan akhir dari seluruh upaya tersebut adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
“Intinya, kita ingin memastikan anak-anak mendapat gizi baik, ekonomi bergerak, dan Indonesia siap menyongsong generasi emas 2045,” pungkasnya.






















