Malang, suarautara com — Halal bihalal akbar yang dirangkai dengan pelantikan serentak pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Karangploso menjadi momentum penguatan gerakan ekonomi umat berbasis desa. Melalui tema “Umat Berdaya”, MWCNU Karangploso menegaskan arah baru organisasi yang tak hanya fokus pada keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.
Kegiatan yang digelar di De Kaploz NK Kafe, Desa Ampeldento tersebut dihadiri ribuan jamaah serta jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan. Konsolidasi ini menjadi langkah awal memperkuat basis ranting sebagai ujung tombak penggerak ekonomi Nahdliyin di tingkat bawah.
“Secara singkat kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan, apalagi dengan kedatangan pengurus dan lembaga PBNU yang kami anggap istimewa,” ujar Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangploso Nahdil Khoir atau Gus Khoir, Minggu (26/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kehadiran lembaga-lembaga dari PBNU, mulai dari sektor pertanian hingga perekonomian, menjadi sinyal kuat bahwa NU kini serius mendorong kemandirian ekonomi umat secara terstruktur.
“Ini menjadi motivasi bagi kami, khususnya pengurus ranting yang hari ini dilantik, untuk terus berkontribusi mengharumkan nama NU, khususnya di Karangploso,” lanjutnya.
Gus Khoir menegaskan, penguatan ekonomi umat tidak bisa dilepaskan dari soliditas internal melalui ukhuwah Nahdliyah. Dengan wilayah Karangploso yang heterogen, kekuatan sosial menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi berbasis komunitas.
“Kalau ukhuwah ini sudah kuat, maka akan mudah menumbuhkan ekonomi-ekonomi kreatif yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Sejumlah ranting NU di Karangploso pun mulai menunjukkan geliat ekonomi. Di antaranya melalui pengembangan peternakan kambing, budidaya hortikultura seperti tanaman jeruk, hingga penguatan UMKM yang didorong melalui pendataan dan pelatihan.
“Di beberapa ranting sudah berjalan. Seperti di Donowari, UMKM sudah terdata dan mulai mengikuti pelatihan menuju ekonomi kreatif,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 9 ranting NU dengan total sekitar 280 pengurus resmi dilantik. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak program ekonomi di tingkat desa, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Selain itu, MWCNU Karangploso juga menaruh perhatian pada penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Literasi dan pembinaan dinilai penting untuk mencegah maraknya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini.
“Ini tantangan kita bersama. Generasi muda harus kita arahkan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang melanggar hukum,” tegasnya.
Antusiasme jamaah terlihat dari membludaknya jumlah peserta yang hadir. Panitia mencatat lebih dari 2 ribu orang mengikuti rangkaian kegiatan, dengan sekitar 2.500 paket konsumsi disiapkan.
Seluruh badan otonom NU turut hadir, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, hingga IPNU dan IPPNU. Hadir pula Bupati Malang HM Sanusi, jajaran PBNU termasuk Katib Aam KH Ahmad Said Asrori, serta Forkopimcam Karangploso. (***)
Reporter: Suseno






















