IPH Masuk 10 Besar Nasional, Pemkab Buol Gelar Rapat Kilat Pengendalian Inflasi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,BUOL– Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut pengendalian inflasi daerah guna menyikapi lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada periode awal April 2026. Pertemuan strategis ini berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Buol, Selasa (14/4/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH., MH, mengungkap fakta bahwa Kabupaten Buol sempat menduduki peringkat pertama di Sulawesi Tengah sekaligus masuk dalam 10 besar nasional dengan kenaikan IPH tertinggi. Berdasarkan data BPS, IPH Buol pada pekan pertama (M1) April tercatat sebesar 4,53 dan pekan kedua (M2) sebesar 4,29.

“Pemantauan harga dan stok bahan pokok terus kami lakukan. Saat ini, komoditas cabai rawit menjadi perhatian khusus karena potensinya yang besar untuk dikembangkan secara lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah,” ujar Moh. Yamin Rahim dalam arahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Syarif Pusadan, menjelaskan bahwa dinamika harga ini dipicu oleh tingginya permintaan menjelang hari raya serta pasokan yang belum stabil. Tiga komoditas utama penyumbang inflasi di Buol adalah cabai rawit, daging sapi, dan daging ayam ras.

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, meski stok beras dan jagung mengalami surplus, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit masih mengalami defisit. Menanggapi hal tersebut, pemerintah akan mendorong penguatan produksi lokal dan optimalisasi pemanfaatan lahan.

Kepala Bappeda menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak akan terbatas pada operasi pasar saja, melainkan juga melalui penguatan ketersediaan stok dan perencanaan produksi yang lebih sistematis. Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindag menyoroti pentingnya kelancaran distribusi hingga ke tingkat desa.

Rapat ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda (TNI/Polri) yang menyatakan kesiapannya mendukung stabilitas wilayah dan pengembangan sektor pangan. Melalui penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Buol berharap langkah-langkah konkret ini segera menekan angka IPH dan menjaga daya beli masyarakat.***

 

Berita Terkait

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Pastikan Kualitas Makan Bergizi Gratis, Kapolres Tolitoli bersama Forkopimda Sidak SPPG di Baolan
Kuasa Hukum Wahid Rimpu Tanggapi Laporan Pencemaran Nama Baik: Unsur Rasa Malu Ditentukan Ahli Bahasa
Resmikan Tiga Ruangan Baru di Kejari Touna, Kajati Sulteng Dorong Percepatan Digitalisasi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:29 WITA

Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:04 WITA

Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:43 WITA

Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa

Berita Terbaru