Oleh: Akaha Taufan Aminudin
SUARAUTARA.COM|KOTA BATU – SATUPENA JAWA TIMUR , 5 Januari 2026 – Dunia sastra Indonesia, khususnya di Kota Batu dan Kalimantan Selatan, menjadi saksi bisu perjalanan spiritual dan pengabdian budaya seorang pegiat sastra kawakan, Hardiansyah Ismail. Mengawali kiprah nasionalnya sejak era 90-an, Hardiansyah membuktikan bahwa sastra bukan sekadar deretan kata, melainkan napas perjuangan yang relevan melintasi zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Rekam Jejak Historis*
Berdasarkan arsip sejarah komunitas sastra Kota Batu, Hardiansyah tercatat aktif sejak perhelatan Lomba Cipta Puisi (LCP) “Batu Beramal 2” pada tahun 1995. Setahun kemudian, pada 20 Juni 1996, ia kembali memperkuat eksistensinya dalam LCP “Batu Beramal III” Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Studio Seni Sastra Batu dan Penulis Essays Novelis (PEN) Indonesia. Piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Drs. Akaha Taufan Aminudin tersebut menjadi bukti autentik semangat beliau dalam menjaga “greget” bersastra.
*Kiprah Kontemporer dan Narasi Kritis*
Tiga dekade berlalu, semangat tersebut justru kian membara. Pada pengujung tahun 2025, Hardiansyah turut mewarnai Festival Sastra Budaya Haul Gus Dur ke-16 melalui puisi reflektifnya berjudul “Mengenang Jejak Juang Sang Penakluk”. Karya ini memotret sosok Abdurrahman Wahid sebagai ulama sekaligus umara yang teguh dalam menegakkan HAM dan mengayomi minoritas.
*Produktifitas Lintas Wilayah*
Lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, pada tahun 1961, Hardiansyah Ismail Alamat: Kandangan, Kalimantan Selatan
telah membangun fondasi kepenyairannya sejak tahun 80-an. Sepanjang tahun 2025, ia tercatat mengikuti berbagai agenda besar seperti:
Antologi Puisi Nusantara Wabul Sawi Festival 2025., Dialog Serantau Borneo Kalimantan di Samarinda. Antologi Penyair Indonesia, Singapura, dan Turki bertajuk “Tanda Cinta Bagi Korban Bencana Sumatera”.
*Kolaborasi Strategis*
Perjalanan panjang ini didukung penuh oleh sinergi antarlembaga seperti Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara (HP3N) Kota Batu, SATUPENA Jawa Timur, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Timur.
Konsistensi Hardiansyah Ismail adalah teladan bagi generasi muda bahwa sastra akan tetap hidup selama berpijak pada nilai kemanusiaan dan spiritualitas
Senin 5 Januari 2026
Akaha Taufan Aminudin
*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*
https://www.facebook.com/share/p/1GDx5NW2iN/






















