Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, menyambut kedatangan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan survei dan penelitian terkait pertumbuhan hutan mangrove di wilayah tersebut.
Kepala Desa Masing, Satuwo Andy Tahang, bersama jajaran perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menerima langsung kedatangan mahasiswa pada Jumat (17/5/2025) di kantor desa.
Kehadiran mahasiswa dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian lapangan yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Banggai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan mahasiswa, Maya, Tomy, dan Wulan menjelaskan bahwa penelitian mereka difokuskan pada pengukuran diameter dan tinggi pohon serta analisis pertumbuhan mangrove.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Untuk di Kabupaten Banggai sendiri terbagi dalam tiga tim, masing-masing berada di Luwuk, Toili, dan sebagian wilayah lainnya. Tim kami melakukan penelitian di sekitar lima desa, termasuk Desa Masing,” jelas Wulan.
Kepala Desa Masing, Andy Tahang, dalam arahan nya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi ilmiah yang berdampak pada pengembangan potensi desa, khususnya di sektor lingkungan dan pariwisata.
Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Ini menjadi peluang bagi desa untuk memperkenalkan potensi mangrove yang luas dan masih terjaga harapannya, hasil penelitian ini bisa menjadi referensi pengembangan ke depan,” ujarnya.
Andy juga menekankan bahwa Desa Masing memiliki potensi besar, tidak hanya pada ekosistem mangrove, tetapi juga peluang wisata berbasis alam.
Ia menyebutkan bahwa kawasan tersebut memiliki keunikan berupa delta, hutan cemara, serta keanekaragaman hayati seperti burung Maleo dan ekosistem pesisir yang masih alami.
Menurutnya, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Ia berharap hasil kajian dari mahasiswa IPB dapat menjadi dasar penyusunan master plan pengembangan desa.
Kami hanya bisa memfasilitasi dan menunjukkan tempat sertab potensi untuk pengembangan yang lebih besar, tentu perlu keterlibatan banyak pihak agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.(AM’oks69)






















