Suarautara. com, Touna — Para kru dan pemeran film daerah “Senandung Rindu di Tanah Touna” (SRDT) hadir sebagai tamu spesial dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Ampana yang disiarkan pada Senin, 17 November 2025 pukul 21.30 hingga selesai.
Program Ngobras dipandu oleh penyiar senior RRI Ampana, Bang Tito, yang dikenal dengan gaya santai, komunikatif, dan guyonannya yang membuat suasana dialog semakin akrab.
Hadir beberapa kru di bawah komando Produser Mutia dan Sutradara Oechan Panigoro, bersama para pemeran utama Andhika Wulandari berperan sebagai Pinkan, Inaya Lahay sebagai aisya, dan Putra sebagai Berti. Sementara itu pemeran Firman, Usman Siraja tidak berkesempatan hadir karena harus kerja disalah satu bank BUMN di kota Palu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antusiasme masyarakat cukup besar karena SRDT merupakan film daerah pertama yang digarap secara serius di Kabupaten Tojo Una-Una.
Ngobras berlangsung kurang lebih 1 jam penuh, membahas banyak aspek terkait proses produksi, tantangan di lapangan, hingga dinamika para pemain yang baru pertama kali berakting. Sesekali Bang Tito melontarkan guyonan kepada beberapa pemeran, membuat suasana semakin cair dan menghibur bagi para pendengar.
Dalam dialog tersebut, para kru mengungkap detail teknis penggarapan film, mulai dari manajemen produksi, pendanaan, hingga berbagai kendala teknis yang muncul saat shooting di berbagai lokasi seperti Marina Cottage, Pasir Putih Ampana Tete B, Pulau Papan, dan jalur dua perkantoran Touna.
Pada kesempatan itu, Mutianty,S.Sos selaku Produser menyampaikan isi hatinya, menjelaskan perjuangan berat menggarap film dengan anggaran terbatas dan tanpa dukungan dana eksternal, sementara kebutuhan produksi terus berjalan dari hari ke hari. Ia menyebutkan bahwa kekompakan kru serta dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama terwujudnya film ini.
Di sisi lain, Sutradara Ruslan Panigoro yang biasa disapa Bang Oechan menegaskan bahwa ide awal film lahir dari cerita para sahabat, produser, dan tetua adat, yang menyampaikan bahwa Ampana adalah daerah yang sangat unik. Karena alasan itu, ia memilih seluruh pemeran dari putra-putri lokal Ampana, meskipun sebagian besar belum memiliki pengalaman akting.
Oechan juga menambahkan bahwa film menggunakan bahasa daerah Ampana, yakni bahasa Ta dan bahasa Bare di beberapa Scene dan adegan, serta bahasa sehari-hari masyarakat, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya daerah.
Sebagai informasi tambahan, film SRDT direncanakan tayang perdana pada bulan Desember, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tojo Una-Una ke-22.
Dipandu oleh Bang Tito, Ngobras berlangsung hangat, informatif, dan menggambarkan semangat besar di balik lahirnya film lokal yang sarat budaya ini.[ Red/Agung]
























