Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kecamatan Toili Barat menerima kunjungan kerja tim PT Agrinas Palma Nusantara Regional Head (RH) Hubungan Antar Kelembagaan dalam rangka membahas berbagai persoalan lahan masyarakat yang selama ini bersinggungan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Toili Barat, Selasa (14/7/2026), dipimpin langsung Camat Toili Barat Bambang P. Abdullah, S.Pd.
Turut hadir Sekretaris Kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Toili Barat, Kasubsektor Toili Barat IPDA I Kadek Sukrayana, Batibum Sertu I Nengah Suarana, serta unsur pemerintah desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara dari PT Agrinas Palma Nusantara, rombongan dipimpin Brigjen TNI (Purn) Hafrudin didampingi Manajer Kolonel TNI Bastomi, Erlando (Bidang Hukum), dan Rizki (Bidang Administrasi).
Dalam forum tersebut, para kepala desa menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait lahan milik warga yang selama ini diduga dikuasai perusahaan perkebunan.
Mereka berharap kehadiran PT Agrinas Palma Nusantara dapat menjadi solusi atas persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Selama ini masyarakat hanya diberikan harapan tanpa kepastian. Kami berharap Agrinas dapat menghadirkan solusi yang berpihak kepada masyarakat,” ungkap salah seorang kepala desa dalam diskusi.
Usai pertemuan, Brigjen TNI (Purn) Hafrudin menegaskan bahwa kehadiran PT Agrinas Palma Nusantara merupakan bagian dari amanat pemerintah untuk mengelola aset negara sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat.
Kami datang bukan untuk mencari persoalan, tetapi untuk menyelesaikan persoalan tanpa merugikan ataupun menyakiti rakyat.
Pesan Presiden sangat jelas, cintai negara dan cintai rakyat. Kehadiran Agrinas semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegas Hafrudin.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh informasi yang berkembang terkait sengketa lahan maupun dugaan pelanggaran masih akan dipelajari secara menyeluruh.
Menurutnya, PT Agrinas Palma Nusantara tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum melakukan verifikasi di lapangan.
Kalau memang ditemukan pelanggaran tentu ada aturan yang berlaku. Tetapi kalau hanya isu, kami tidak ingin mudah terprovokasi.
Kami percaya pemerintah daerah dan pemerintah desa sama-sama memiliki komitmen menjaga kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Toili Barat Bambang P. Abdullah menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat melalui PT Agrinas Palma Nusantara.
Ia berharap kehadiran tim tersebut mampu menjadi jalan keluar atas berbagai persoalan agraria yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Bambang, masyarakat menginginkan kepastian hukum terhadap tanah yang memiliki dokumen kepemilikan yang sah. Ia berharap lahan masyarakat yang memiliki legalitas dapat dikembalikan kepada pemiliknya apabila memang terbukti dikuasai pihak lain.
Harapan kami, Agrinas benar-benar turun ke lapangan melakukan pengecekan batas-batas lahan. Jangan sampai tanah masyarakat yang memiliki surat sah justru diambil alih. Kalau memang hak masyarakat dapat dikembalikan, tentu itu akan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Bambang juga mengungkapkan bahwa tim PT Agrinas Palma Nusantara berencana kembali melakukan kunjungan lanjutan untuk melakukan verifikasi langsung di lokasi-lokasi yang menjadi objek permasalahan.
Ia optimistis langkah tersebut dapat menghadirkan kepastian hukum sekaligus menciptakan hubungan yang lebih baik antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam pengelolaan lahan perkebunan di Kecamatan Toili Barat.(AM’oks69).

























