Suarautara.com, Banggai – Pertandingan Open Tournament Sepak Bola Berani Juara 2026 memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah dengan total bonus Rp160 juta di Lapangan 12 Februari, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, berlangsung ricuh,pada Kamis 16/07/2026 saat Taliabo Muda FC berhadapan dengan Bunta Putra FC.
Laga yang dipimpin wasit Ahmadin Bakareng bersama hakim garis Yanto dan Nofri itu berakhir tanpa gol (0-0), namun diwarnai insiden keras yang memicu protes dari kubu Taliabo Muda FC.
Menurut pihak Taliabo Muda FC, salah seorang pemain mereka mengalami cedera serius pada bagian telinga akibat benturan saat pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Manajemen tim menilai pelanggaran tersebut seharusnya berujung kartu merah bagi pemain Bunta Putra FC.
Namun wasit hanya mengeluarkan kartu kuning, meski hakim garis disebut telah mengangkat bendera sebagai tanda adanya pelanggaran.
Keputusan tersebut memicu ketegangan di lapangan hingga terjadi keributan sebanyak dua kali. Manajer Taliabo Muda FC bahkan sempat masuk ke lapangan untuk memprotes keputusan wasit.
Meski demikian, tidak ada sanksi maupun kartu merah yang dikeluarkan selama insiden berlangsung.
Awak media juga memperoleh keterangan dari salah seorang pemerhati sepak bola yang menilai, apabila pelanggaran mengakibatkan cedera serius terhadap pemain, maka sesuai Laws of the Game tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat yang layak diganjar kartu merah.
Penilaian tersebut tetap bergantung pada hasil pengamatan wasit di lapangan.
Selain mempersoalkan keputusan wasit, sejumlah pihak juga menilai kepemimpinan pertandingan perlu dievaluasi agar pertandingan berjalan lebih baik dan mampu mengikuti tempo permainan.
Setelah pertandingan dihentikan, panitia bersama Askab PSSI Kabupaten Banggai menggelar rapat untuk mencari solusi. Hasilnya, pertandingan diputuskan ditunda dan dijadwalkan kembali pada Minggu, 19 Juli 2026.
Keputusan tersebut mendapat penolakan dari pihak Bunta Putra FC. Selain itu, sejumlah pihak juga mempertanyakan proses rapat yang disebut tidak melibatkan kedua tim secara langsung.
Pertandingan tersebut dihadiri Kacab Pagimana David Adiyanto, SH, Camat Bunta, Kapolsek Pagimana IPTU Alfian, Danramil 1308-06 Peltu Yantu Balubi, Pagimana, Lurah Pakoa, anggota DPRD Herdi Djiada, serta unsur Askab PSSI Kabupaten Banggai.dan unsur Forum kades sekecamatan pagimana.
Salah seorang panitia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah disepakati dalam technical meeting, apabila terjadi kericuhan yang melibatkan tim, maka tim yang bersangkutan dapat dikenai sanksi hingga didiskualifikasi. Namun, menurutnya, penerapan aturan tersebut di lapangan dinilai belum berjalan secara konsisten.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia maupun Askab PSSI Kabupaten Banggai belum memberikan keterangan resmi terkait protes atas kepemimpinan wasit maupun hasil keputusan rapat tersebut.(AM’oks69)

























