TOUNA, suarautara.com – Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tojo Una-Una, Salfia Latuhihin menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp70 juta kepada orang tua almarhum Aril Saputra sebagai ahli waris.
Penyerahan santunan dilakukan pada malam ketujuh almarhum Aril Saputra, siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) SMK Negeri 1 Ampana Tete (SMK Pertanian), yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal saat perjalanan menuju lokasi PKL di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ratolindo pada 26 Agustus 2025 lalu.
Kepergian Aril yang masih berstatus pelajar ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga dirasakan pihak sekolah dan lingkungan pendidikan di Kabupaten Tojo Una-Una.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Salfia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang dialami almarhum. Ia menegaskan bahwa santunan tersebut merupakan hak penuh peserta jaminan sosial yang wajib diberikan BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami atas nama BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Aril Saputra. Penyerahan santunan ini memang tidak dapat menggantikan nyawa almarhum, tetapi menjadi bukti komitmen kami dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta program JKK,” ujar Salfia.
Salfia juga menjelaskan bahwa siswa atau mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL/Magang, selama didaftarkan sebagai peserta, berhak memperoleh perlindungan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengapresiasi SMK Negeri 1 Ampana Tete yang telah mendaftarkan 86 siswa PKL ke program BPJS Ketenagakerjaan.
“Langkah ini penting untuk memastikan peserta didik yang mengikuti kegiatan kerja lapangan mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan nyata terhadap keselamatan kerja,” jelasnya.
Menurutnya, kepedulian sekolah dalam melindungi siswa yang akan melaksanakan PKL menjadi pelajaran penting bahwa setiap pekerja, termasuk pelajar magang, berhak merasa aman karena terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, ada kepastian perlindungan yang bisa diterima keluarga,” tegasnya.
Dalam penyerahan santunan tersebut turut hadir pihak sekolah, Kepala Desa Mantangisi, perwakilan BPP Ratolindo, warga Desa Mantangisi, serta teman-teman almarhum.
Agung






















