Ketegangan di Tanah Warisan: Pemasangan Baliho Keluarga Pandeiroot Allow Berujung Adu Mulut dengan Eks Perangkat Desa

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DFACTONEWS.COM,MINAHASA-Suasana siang yang semula tenang di kawasan Kilo 22 dan 23, Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan, tiba-tiba berubah tegang. Rabu (11/05/2025), sejumlah anggota keluarga besar Pandeiroot Allow terlihat sedang memasang ulang baliho pengumuman kepemilikan tanah. Bagi mereka, lahan itu bukan sekadar hamparan tanah kosong — itu adalah warisan leluhur mereka, Dotu Karel Sigar, yang diyakini tak pernah dijual, dihibahkan, ataupun dipindahtangankan.

Namun baru beberapa saat baliho itu berdiri tegak, keributan tak terelakkan. Sekelompok orang datang, salah satunya dengan jaket hijau, dan tanpa basa-basi langsung mencabut salah satu baliho. Beberapa saksi mata mengaku melihat ada yang membawa senjata tajam.

Keributan pun pecah. Suara lantang terdengar dari pihak keluarga Pandeiroot Allow yang merasa keberatan. Mereka tak hanya memprotes pencabutan, tetapi juga mempertanyakan motif kedatangan rombongan tersebut. Ketegangan semakin meningkat ketika diketahui, dua dari rombongan itu adalah mantan Kepala Desa (Hukum Tua) dan mantan Sekretaris Desa Rumbia.

Yang membuat suasana makin panas adalah klaim mengejutkan dari dua mantan perangkat desa itu. Mantan sekdes menyatakan memiliki sertifikat atas sebagian lahan yang disengketakan, meski saat diminta menunjukkan bukti, dokumen tersebut tak kunjung ditampilkan. Hal serupa diutarakan oleh mantan Hukum Tua Rumbia, yang mengaku memiliki tanah di area yang sama, dengan dalih proses redistribusi dari BPN.

“Kalau memang punya, mana sertifikatnya? Jangan cuma asal mengaku!” seru salah satu anggota keluarga, menahan emosi.

Kepada wartawan, mantan Hukum Tua mengaku bahwa selama menjabat tujuh tahun, ia tak pernah menerbitkan surat ukur atau keterangan atas tanah tersebut. Namun ia berdalih bahwa sertifikat miliknya diterbitkan oleh BPN secara resmi.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan ataupun klarifikasi resmi dari pemerintah setempat, termasuk dari pihak Kecamatan Langowan Selatan maupun instansi pertanahan. Warga pun berharap agar pemerintah segera turun tangan, sebelum sengketa ini memicu konflik sosial yang lebih besar.(ara)

Berita Terkait

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Sertu Yusup Maly Ajak Warga Benahi Jembatan di Dusun Krajan
Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Dukung Ketahanan Energi Nasional DSLNG Sabet Penghargaan Komersialisasi Gas Domestik dari SKK Migas
Menembus Keterisolasian Dinsos Banggai Bawa Bantuan Layanan Kesehatan hingga Pendataan Warga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:54 WITA

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Sertu Yusup Maly Ajak Warga Benahi Jembatan di Dusun Krajan

Rabu, 4 November 2026 - 11:15 WITA

Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Senin, 2 November 2026 - 15:22 WITA

Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WITA

Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba

Berita Terbaru