Buol, Suarautara.com – Nama Hamid sudah tak asing lagi bagi para Nitizen. Pria biasa disapa Pak Guru Hamid ini putra Asli Buol kelahiran desa Bongo, Kecamatan Bokat, pada Tahun 1971 Silam, yang terus konsisten menyanyikan lagu daerah kelahiran meski sudah 32 tahun merantau ke Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Jika dilihat dari semua postingannya di laman Youtube dan Facebook, Pak Guru Hamid banyak menyanyikan lagu daerah Buol, Sulawesi Tengah yang seakan mengingat masa kecil di kampung kelahirannya.
Karya-karya nya juga terbilang update setiap kali mengapload hasil karya lagu-lagu daerah yang merupakan ciptaannya sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria berbadan tambun ini, merupakan alumni SPG Buol pada tahun 1990 dan sempat gagal menyelesaikan kuliahnya di Fakulta Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTAD Palu. Tak putus semangat sampai disitu, akhirnya Ia memilih merantau ke Utara pada tahun 1993 dan berhasil terangkat sebagai Guru ASN di salah satu SD di Bolaang Mongondow (Bolmong) pada tahun 2006 silam.
Kepada suarautara, Pak Guru Hamid sedikit menceritakan suka dukanya di perantauan meninggalkan keluarga di kampung halaman hanya untuk mencari keberuntungan dan membantu beban keluarga.
Alhamdulillah dengan pencapaian saat ini, pak Guru Hamid dipercayakan sebagai pelatih Seni dan Budaya serta beberapa kali menjadi Juri di ajang lomba Seni Budaya di Kabupaten Bolmong dan Kota Kotamobagu
Tak hanya itu, hingga saat ini, Ia sudah membina ratusan Siswa – siswi baik SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK Prestasi di dan menjuarai di tingkat Kabupaten serta Provinsi dan hasilnya sudah 24 kali binaan lolos ke tingkat Nasional, 3 diantaranya mengiikut lomba di Istana Kepresidenan Bogor.
Menurut cerita Pak Guru Hamid ke Redaksi Suarautara, Adapun jenis pembinaan yang Ia lakoni saat ini ada Seni dan Budaya yang dibina diantaranya Menyanyi, Menari, Baca Puisi, Cipta puisi, Desain poster, Gambar, Melukis, mewarnai, kerajinan tangan, pantomim, pidato, membatik, desain batik, modeling, Ia Juga sebagai pencipta lagu-lagu POP Indonesia sebanyak 5, lagu Manado 10 dan lagu Buol 6 lagu dan Insha Allah akan terus bertambah, saat ini masih dalam proses,” tuturnya.
“ Saya senang dengan music, karena masa kecilku waktu tinggal di kebun itu, saya biasa bermain suling, gitar kecil, dan bermain musik dari kayu, serta biasa mendengar lagu – lagu nostalgia,” tukas Suami tercinta dari Nurmelin yang tak lain adalah warga Bolmong dan dikaruniai 3 orang anak.
Diakhir wawancara pak Guru Hamid terus mengingat kampung halaman dan sanak saudara, Iap pun hanya mengobati rasa rindunya dengan menuangkannya dalam lirik dan ciptaan lagu-lagu Buol yang Ia persembahkan untuk seluruh masyarakat Buol tercinta.(Uchan)
























