JAKARTA – suarautara.com – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Bawaslu RI yang bekerja sama dengan lembaga Justitia Training Center, menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Mediator bertempat di Mercure Hotel Batavia Jakarta.

Dalam pembukaan kegiatan Pelatihan dan sertifikasi mediator Senin, 28 agustus 2023 tersebut dihadiri sekaligus dibuka secara resmi oleh Komisioner Bawaslu RI saudara Bapak Totok Hariyono dan dihadiri Plt. Kepala Kepala Puslitbangdiklat Ibrahim Malik Tandjung serta Andriansyah Tiawarman K, S.H., M.H., C.Med., CCD., CTLC., CMLC sebagai Presiden Direktur Justitia Training Center.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2023 dihadiri Bawaslu Kabupaten/kotq yang berasal dari berbagai Kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sementara itu untuk Bawaslu Buol diwakili Moh. Taufik Abdullah, SE, ME dan telah mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Mediator tersebut.
Moh. Taufik Abdullah selaku Kordinator Devisi Hukum, Pencegahan, Parmas, Humas (HP2H) Bawaslu Buol berpendapat, bahwa kegiatan yang berlangsung ini memiliki urgensi penting karena sangat dibutuhkan dalam penyelesaian sengketa proses di Bawaslu Kabupaten Buol.
” Saat ini, berbagai tahapan Pemilu sudah dimulai dan tidak menutup kemungkinan akan adanya banyak sengketa proses yang lahir di setiap tahapan. Olehnya Pelatihan dan Sertifikasi Mediator ini sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan, pengalaman, juga sebagai media silaturahmi untuk kita sekalian,” tutur Taufik sapaan akrabnya, kepada suarautara.com, Rabu (30/8/2023).
Taufik Abdullah juga menambah bahwa mediasi ini bisa disebut sebagai kombinasi antara substansi hukum dan praktikal dalam hukum. Penting kiranya jika secara kelembagaan Bawaslu Kabupaten/kota khususnya Kabupaten Buol bisa belajar terkait substansi dan praktiknya.
” Saya mengharapkan bahwa dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang pengawas Pemilu maka ada sesuatu yang berbeda di Bawaslu baik cara melakukan penegakan hukum maupun pengawasan. Kami akan terus melakukan pembinaan dan pembaharuan pengetahuan dan memang harus terus dilakukan untuk bekal mengawasi pemilu kedepan.” pungkasnya. (uchan)






















