SUARAUTARA.COM, BUOL – Proses pelaksanaan penyusunan Masterplan Desa Wisata Pantai Lilito menerapkan prinsip triple helix pemangku kepentingan dan tridaya pembangunan.
Dalam penyusunan Masterplan Desa Wisata Lilito ini suarutara.com akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Lilito, Kelompok Masyarakat di Desa Lilito, berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Buol, dan seluruh masyarakat Desa Lilito.
Produk rencana berbasis komunitas dan kelestarian alam ini diharapkan dapat memuat arahan rencana dan program-program pembangunan kawasan permukiman yang komprehensif, terpadu dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip – prinsip perencanaan partisipatif dan pendekatan Tridaya (fisik/lingkungan, sosial dan ekonomi). Sehingga masyarakat mampu belajar mengelola pembangunan permukiman secara mandiri dengan tetap melakukan kolaborasi pembangunan komunitas dan permukiman dengan prinsip good governance.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PROFIL DESA LILITO
Desa Lilito merupakan desa dengan luas wilayah 2.500 Ha yang terletak di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Lahan di Desa Lilito sebagian besar belum terbangun dan masih hijau, sedangkan untuk lahan terbangun didominasi permukiman.
Desa Lilito dihuni oleh lebih dari 855 jiwa terdiri dari 444 orang Perempuan dan 411 orang Laki-laki. Sedangkan untuk jumlah kepala keluarga desa Lilito berjumlah 216 KK., yang bermata pencaharian sebagai petani dan Nelayan dan beberapa diantara lain sebagai pegawai negeri.
Mata pencarian masyarakat desa Lilito mayoritas atau 95 persen Petani yang bercocok tanam dengan jagung, dan sisanya sekitar 5 persen adalah sebagai Nelayan.
Untuk pemeluk Agama, di desa Lilito ini 99 persen warganya beragama Islam, dan sisanya beragama Buda dan Kristen Protestan.
Sarana pendukung untuk pelayanan pemerintahan di desa Lilito diantaranya ada Kantor Desa, kantor BPD, PKK dan terdapat Balai Desa sebagai balai pertemuan,
Untuk sarana prasaran Pendidikan diantaranya terdapat 2 sekolah negeri yakni SDN 1 dan 1 unit SMP serta 1 unit TK/ PAUD.
Pada Tahun 2022 – 2023, pemerintah desa melaksanakan program Pembuatan Cotages, Gazebo, serta fasilitas Paralayang, Underbown (Penyelaman) dan Arung Jeram sebagai fasilitas tambahan keindahan pantai Lilito.
” Koordinasi antara lembaga dan unsur desa terus dilakukan serta pengaktifan kembali BUMDes, Karang Taruna dan TP PKK,” tutur Kades Lilito, Samerdan Manggi, SE.
Keberadaan BUMDes diharapkan bisa menangani perkembangan kawasan wisata pantai Lilito.
Topografi Desa Lilito terletak diketinggian dan sebagian pemukiman berada di dataran renda dipesisir pantai, sehingga terdapat perbukitan yang memiliki pemandangan yang indah. Potensi tersebut.
Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia yang ada di Desa Lilito dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan pariwisata.
ANALISIS POTENSI DAN MASALAH DESA
- Potensi Desa
- Desa Lilito memiliki potensi wisata pantai karena keberadaan pantai pasir putih. Selain itu adanya Barisan Bukit dapat menjadi pendukung obyek Wisata Lilito .
- Pemerintah dan kelembagaan yang ada di Desa Lilito memiliki antusiasme dan optimisme untuk mengembangkan wisata di desanya. Visi misi desa juga telah tersosialisasikan dengan baik kepada seluruh warga, sehingga pengembangan wisata mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat di Desa Lilito.
- Terdapat potensi di bidang kesenian dan kerajinan berupa pembuatan keranjang dan tas lainnya dari bahan bekas pembungkus sabun dll yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Lilito.
- Terdapat banyak objek wisata di Desa Lilito. Lokasi potensi obyek wisata di Desa Lilito tersebar di berbagai titik, sehingga pengembangan wisata harus memperhatikan aksesibilitas dan integrasi antar objek wisata yang ada.
- Masalah Desa
- Infrastruktur di Desa Lilito menjadi prioritas utama yang harus dibenahi guna mendukung kegiatan kepariwisataan. Peningkatan aksesibilitas melalui jalur darat dan jalur air membutuhkan kerjasama dengan beberapa desa di sekitar pantai untuk menarik wisatawan berkunjung ke Desa Lilito.
- Perlunya sosialisasi dengan desa lain mengenai visi dan rencana pengembangan Desa Lilito sebagai desa wisata. Hal tersebut dikarenakan beberapa obyek wisata masih terbagi dengan desa lain dan berbatasan langsung dengan desa lain.
KONSEP WISATA DESA LILITO
Pembangunan pariwisata Desa Lilito dilakukan dengan Konsep A.B.C.D (Asset – Based Community Development). Konsep ini berarti Desa Lilito akan membangun pariwisata dengan mengintegrasikan seluruh aset yang dimiliki desa yaitu:
- Potensi wisata,
- Sumberdaya alam,
- Sumberdaya manusia, dan
Desa Lilito memiliki konsep tagline “Menuju Desa Wisata Pantai” yang berarti pengembangan wisata yang dilakukan akan mengangkat potensi – potensi yang belum dikelola sehingga dapat menjadi berlian yang berharga bagi Desa Lilito di mata Nusantara dan Dunia.
Diharapkan Desa Wisata Lilito dapat menjadi destinasi wisata domestik maupun internasional dengan diikuti peningkatan nilai ekonomi masyarakat lewat pengelolaan pariwisata dan pengelolaan infrastruktur pendukung wisata.
PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA
- Pembangunan Kawasan Wisata Dermaga Lilito
Dermaga Lilito menjadi gerbang masuk utama desa dan menjadi penghubung untuk berbagai kegiatan baik sosial, budaya, ekonomi, dan wisata dari desa lain ke Desa Lilito. Konsep pengembangannya adalah dengan penguatan identitas kelokalan desa yang diwujudkan dengan penggunaan material lokal sebagai simbolisasi kekayaan sumber daya alam dan pembangunan Rumah Adat sebagai aset desa.

- Pengembangan Fasilitas Gazebo dan Cotage
Gazebo dan Cotage menjadi salah satu fasilitas pendukung desa wisata pantai Lilito mewujudkan tata pola wisata dan guna memberikan kenyamanan dan wujud keramahtamahan masyarakat terhadap alam dan wisatawan. Konsep perencanaannya dilakukan dengan pembuatan Gazebo dan Cotage dipesisir pantai yang ditanami beberapa pohon kelapa sebagai wujud antisipasi dan kesiapan, serta tata kelola visual yang akan menjadi identitas desa.

- Pengembangan Panggung Pentas Seni dan Hiburan.
Melestarikan wisata pantai dengan pengelolaan potensi pasir putig dan keindahan biota laut di area Pantai Lilito menjadi bagian dari program pemdes Lilito. Pengembangannya dilakukan dengan pembangunan kawasan menjadi pusat kegiatan wisata pantai, penginapan/cotage, jual beli baik jasa, kerajinan, maupun kuliner khas desa.
Konsep pembangunannya dilakukan dengan tetap mempertahankan identitas atap kampung sebagai aset dan pemanfaatan material lokal.

4. Pengembangan Lokasi Paralayang.
Paralayang adalah wahana wisata keindahan di Desa Lilito yang dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan. Di lokasi ini wisatawan dapat bermain Paralayang dengan spot puncak dan memiliki keindahan pemandangan. Wisatawan juga dapat menikmati sensasi hamparan laut yang biru dan hamparan pasir putih yang mengelilingi teluk pantai Lilito.

4. Pengembangan Lokasi Arung Jeram.
Puncak Lilito merupakan salah satu spot dataran tinggi di Desa Lilito yang menyuguhkan pemandangan sunset dan sunrise yang indah di waktu yang tepat. Kawasan ini terdapat juga debit air yang cukup tinggi, bersih dan dingin serta bisa diakses untuk kegatan Ajung Jeram, Letaknya tepat di jalan Trans desa Lilito.

Penulis : Ruslan Panigoro
























