Buol – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi yang didirikan dengan mempertemukan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia dan islam Indonesia. Hal tersebut tercermin pada tujuan awal berdirinya yakni mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, menegakkan dan mengembangkan ajaran agama islam.

Di usisanya yang kurang lebih sudah menginjak 76 tahun bukanlah usia yang tergolong muda, dengan semangat tujuan awalnya di atas telah membawa organisasi ini tetap eksis dan bahkan menjadi organisasi kemahasiswaan terbesar pertama di indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
HMI bukanlah hanya sekedar organisasi kemahasiswaan saja melainkan lebih dari itu, ini terlihat jelas pada konstitusinya bahwa organisasi ini juga memusatkan aktifitasnya sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan. Dari peran, sifat dan fungsinya tersebut keberadaan HMI di tengah-tengah kehidupan umat, bangsa dan negara merupakan simbol bahwasanya kerja-kerja HMI meliputi semua aspek. Sebagai konsekuensi logis dari pada perwujudan tujuan HMI maka tidak bisa di hindarkan bahwa sejak awal keberadaanya HMI telah berkiprah dalam mempertahankan negara kesatuan republik Indonesia ini.
Sebagaimana hasil dari tempaan HMI terhadap kader-kadernya yang tergolong sangat baik, tidak heran jika keluaran perkaderannya mimiliki kualitas akademis, pencipta dan pembaharu. Bahkan begitu banyak melahirkan kader-kader pemimpin yang potensial dalam membawa peran-peran strategis untuk menjawab tantangan zaman dan kemaslahatan umat dan bangsa indonesia khususnya. selain dari pada kualitas tersebut HMI juga membekali kader-kadernya dengan kualitas keislaman dengan berpedoman kepada al-qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW.
Perkembangan peradaban modern telah kita rasakan dampaknya pada berbagai sendi kehidupan, fenomena disrupsi yang mewarnai perkembangan peradaban revolusi industri 4.0 dengan dukungan kemajuan pesat teknologi akan membawa kita pada kondisi transisi revolusi teknologi yang secara fundamentalakan mengubah cara hidup, bekerja dan dan relasi organisasi dalam berhubungan satu sama lain. Perubahan lanskap ekonomi politik dan relasi organisasi sebagai konsekuensi revolusi industri 4.0 menjadikan transformasi organisasi dan kepemimpinan sebagai suatu keniscayaan dalam berbagai skala ruang lingkup dan kompleksitasnya. Transpormasi ini juga merupakan alarm agar senantiasa responsif terhadap perubahan.
Dari fenomena kemajuan teknologi serta dampaknya tersebut di atas menjadi nyatalah urgensi transpormasi kepemimpinan dalam kerja organisasi untuk menjawab akuntabilitas dan tranparansi kelembagaan terhadap publik akibat perkembangan era revolusi industri 4.0. Maka daya adaptif lah yang menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dan mencapai visi dan misi organisasi dan menyelaraskanya dengan zaman untuk menciptakan tanatan masyarakat yang adil makmur serta di ridhoi Allah SWT.
Demokrasi dan ekonomi politik memang memiliki relasi yang kuat dalam proses membangun tatanan sosial kearah yang lebih baik dan maju. Resesi demokrasi menjelang pemilu 2024 dan resesi ekonomi politik di tengah kemajuan teknologi dan industri 4.0 menjadi isue hangat dan menarik di kalangan khayalak umum, hal ini didasari oleh berbagai survei serta penelitian dan kajian tentang demokrasi dan ekonomi politik yang kian mengalami dagradasi. Melalui telaah tersebut tentunya ini merupakan kabar yang tak baik, pasalnya jika tidak secepatnya di atasi akan berdampak negatif terhadap kepemimpinan di era transisi nanti.
Istilah resesi demokrasi merupaan masalah yang cukup serius, kata resesi memberikan kesan yang buruk. Bila di kaitkan dengan demokrasi maka resesi menademokrasi mengalami kemunduran serius. Resesi ini bisa saja berujung pada matinya demokrasi. Resesi demikrasi ini terlihat jelas saat mulai menonjolnya hambatan-hambatan pada bagian inti dari demokrasi, seperti kebebasan menyampaikan pendapat, kepastian hukum, regulasi yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat, ancaman undang-undang ITE dan lain sebagainya. Pertanda ini sebagai bentuk dari demokrasi yang bgitu memprihatinkan dalam konteks bernegara dan bermasyarakat.
Tahun 2023 menjadi tahun politik yang berpotensi besar memicu terjadinya konflik dan polemik, juga sejakigus merupakan tahun ketidak pastian ekonomi karena ancaman paparan resesi ekonomi global yang berpotensi menurunya ekonomi di negari ini. Kondisi ekonomi global semakin tidak menentu bahkan sejumlah negara di prediksi akan terkena dampak resesi juga. IMF dan bank dunia memprediksi pada tahun ini akan terjadi perlambatan ekonomi, dari proyeksi ekonomi yang sebelumnya 3,2 % turun menjadi 2,7 %. Hal ini akan berdampak buruk pada ssemua sektor.
Stabilitas politik dan keamanan pada tahun ini sangat penting guna menjamin perekonomian tetap berjalan sesuai harapan. Jika kondisi ini dilakukan dan pemilu di jalankan sesuai asas dan prinsip-prinsip aturan, kecurangan dan manipulasi harus dihindari dalam penyelenggaraan tahapan pesta demokrasi, pemerintah sebagai garda terdepan juga harus berperilaku dan bersikap adil serta netral kepada semua pihak yang terlibat dalam kontestasi politik. Maka bisa dipastikan kemudahan dalam menghadapi resesi baik ekonomi politik dan demokrasi mudah untuk di hadapi.
Sebagai pemantau dan sekaligus kontrol terhadap isue-isue di atas Himpunan Mahasiswa Islam melalaui transformasi kepemimpinan dan kerja-kerja organisasi dengan kemajuan teknologi era industri 4.0 mesti terus adaptif dan responsif dalam melihat serta menjawab permasalahan kekinian dengan bertolak pada nilai-nilai dasar perjuangan dan senantiasa di barengi dengan rasa kritis, obyektif serta mengedepankan nilai independensi etis dan organisatoris demi terwujudnya tatanan yang lebih baik dan maju.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini HMI sebagai organisasi yang berperan aktif dalam mengawal proses pembangunan daerah, sudah saatnya mengambil porsi dan ruang untuk terus menjadi organisasi kontrol sosial, akan melaksanakan pelantikan pengurus cabang yang rencananya akan dihadiri bendahara PB HMI, Abdul Rabbi syahrir, pada tanggal 28 Februari 2023 mendatang yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Surya Wisata dengan mengankat tema, ““Optimalisasi Perjuangan HMI : Transformasi Kepemimpinan Dan Kerja Organisasi Dalam Menjawab Tantangan Resesi Demokrasi Dan Ekonomi Di Era Industri 4.0,”
Untuk struktur pengurus yang bakal dilantik diantaranya ketua umum Rahmat H Pontoh, Sekretaris umum, Arman A Hala, dan Bendahara Erma S. Hililo. Sementara itu, dalam kegiatan ini akan diikuti pengurus cabang yang akan dilantik terdiri dari 4 komisariat diantaranya, Komisariat STIE, STISIPL, Insan Cita dan komisariat STIP. **





















