Indonesia Mengutuk Keras Penghinaan Nabi Muhammad oleh Politikus India

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA (Jakarta) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait penghinaan yang dilakukan dua politik India terhadap Nabi Muhannad SAW.  Hal ini disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta.

“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi India, ” sebut pernyataan Kemenlu dalam akun twitter, dikutip pada 6 Juni 2022.

“Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” imbuh pernyataan pihak kementerian luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Hindustan Times, juru bicara partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma dan pemimpin partai lainnya, Naveen Kumar Jindal, mengeluarkan pernyataan tidak sopan tentang Nabi Muhammad.

Setelah dunia mengecam pernyataan itu, partai berusaha membuat jarak dari perkataan yang dibuat pemimpinnya. Partai yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu mengumumkan sanksi terhadap keduanya.

Nupur Sharma sekarang diskors setelah membuat pernyataan menghina Nabi dan istrinya Aisyah dalam debat TV. Sementara Juru Bicara BJP lainnya dan Naveen Kumal Jindal dikeluarkan dari partai sayap kanan atas komentar yang dia buat.

BJP menjauhkan diri dari pernyataan mereka, mengatakan telah menangguhkan Sharma dan mengusir Jindal. Menanggapi permintaan “permintaan maaf publik” Doha, India mengatakan pernyataan tentang Nabi Muhammad dibuat oleh “elemen pinggiran” dan bahwa itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Tasleem Rehmani, Presiden Dewan Politik Muslim India, menyebut penangguhan juru bicara BJP sebagai “sebuah drama.” “Usir dia secara permanen dan kirim dia ke Penjara. Tidak ada yang bisa diterima,” kata Rehmani.

Sementara Niyaz Farooqui, sekretaris Jamiat Ulema-e-Hind, organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, mendesak pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum atas pernyataan yang menghina itu.

“Kami telah meminta Pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum, menangkap mereka dan menghukum mereka, baru setelah itu akan dianggap tindakan yang benar telah diambil,” tegasnya.

Pernyataan pejabat BJP juga memicu tren Twitter di dunia Arab yang menyerukan boikot produk India.

 

 

 

 

 

[medco]

 

Berita Terkait

Bupati Amirudin Hadiri Monev Penganggaran Jamsostek se – Sulawesi di Kendari
Bawaslu Banggai Masuk Kampus Ridwan Dorong Mahasiswa Jadi Bagian Dalam Pengawasan Pemilu
Polres Banggai Bagikan 243 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat dan Jurnalis
Wabup Furqanuddin Buka Seminar Kajian Optimalisasi Potensi Lokal Rupa Pakan Ternak di Banggai
29 Tim Peserta Meriahkan Pawai Obor Malam Takbir Iduladha 1447 H di Luwuk
Pemda Banggai Terima Bantuan Sapi Kurban 850 Kg dari Presiden Prabowo Subianto untuk Masjid Agung An-Nur Luwuk dan Ucapan Terima
Kadisdikbud Banggai Safrudin Hinelo Bahas Pemindahan Siswa ke SMP Negeri Mirqan Prioritaskan Warga Luwuk Selatan
Kapolsek Nuhon Jadi Khatib Pada Sholat Idul Adha Serukan Kepedulian dan Toleransi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:09 WITA

Bupati Amirudin Hadiri Monev Penganggaran Jamsostek se – Sulawesi di Kendari

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:51 WITA

Bawaslu Banggai Masuk Kampus Ridwan Dorong Mahasiswa Jadi Bagian Dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:46 WITA

Wabup Furqanuddin Buka Seminar Kajian Optimalisasi Potensi Lokal Rupa Pakan Ternak di Banggai

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:36 WITA

29 Tim Peserta Meriahkan Pawai Obor Malam Takbir Iduladha 1447 H di Luwuk

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:18 WITA

Pemda Banggai Terima Bantuan Sapi Kurban 850 Kg dari Presiden Prabowo Subianto untuk Masjid Agung An-Nur Luwuk dan Ucapan Terima

Berita Terbaru

Sastra Seni Budaya

‎Aku Tlah Berbisik Kepada Awan 

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:06 WITA