Warga Desa Buyat Tidak Menolak Adanya Aktifitas PeTi Didesanya

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 BOLTIM, SUARAUTARA.COM – Dilema yang dihadapi oleh pemerintah, penegak hukum maupun masyarakat terhadap  sumber daya alam (SDA) melimpah di daerahnya berupa Pertambangan emas sangat ironis karena tidak bisa dikelolah karena aturan yang berlaku.

Mau ditindak dan dilarang karena dikatakan ilegal, tapi ini menyangkut hidup orang banyak bahkan untuk kelangsungan hidup.

Banyak masyarakat yang saat ini bergantung hidupnya di bidang pertambangan, entah itu pertambangan tradisional maupun semi modern dengan menggunakan alat berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dialami oleh sebagian masyarakat di Desa Buyat bersatu kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang sebagian besar warganya adalah penambang dan mempunyai wilayah memiliki potensi SDA yang cukup menjanjikan.

Sehingga itu pemerintah daerah harus hadir mencari solusi agar lahan yang mengandung potensi emas itu bisa dikelola untuk merubah penghidupan dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat serta bisa menambah Pendapat Asli Daerah (PAD).

Hal ini dibenarkan salah satu masyarakat desa Buyat yang minta namanya untuk tidak dipublis, kepada awak media dirinya mengaku memiliki lahan yang mengandung emas, namun sangat dilema untuk mengola lahan tersebut.

“ mau dikelola bisa dipidana, tidak diolah sementara kami butuh makan dan kalau ada kelebihan sedikit bisa untuk menyekolahkan anak kami sampai diperguruan tinggi agar berharap bisa bekerja jadi PNS atau bekerja diperusahaan swasta,”tutur pria parobaya ini.

Ia bersama para penambang lainnya berharap pemerintah Daerah, Provinsi dan pemerintah pusat agar dapat  memberikan solusi yang adil bagi para pemilik lahan dan pelaku pertambangan agar masalah ini bisa teratasi.

“Kalau bicara dan mengelolah Pertambangan Ilegal Tampa Izin (PeTi) di wilayah Desa Buyat bersatu dimata hukum kami salah, tapi mau apalagi ini seperti buah simalakama, dikelolah bisa dipidana, tidak dikelola kami mau makan apa,” keluhnya.

Dalam kesempatan bersama awak media, Ia bersama masyarakat setempat tidak keberatan atas aktifitas pertambangan tersebut karena itu sangat membantu kehidupan dan keberlangsungan hidup.

“ jika aktifitas PeTi yang ada didesa kami dilarang oleh pemerintah, terus kami cari nafkah dimana, apa harus mencuri, menipu bahkan membunuh agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, inikan lebih parah lagi,”tegasnya

Apalagi menurutnya situasi saat ini sangat susah untuk mencari nafkah apalagi saat menjalankan bulan puasa Ramadhan yang sebentar lagi merayakan hari raya Idul Fitri dimana kebutuhan meningkat serta harga bahan pokok yang melonjak ini membuat kami menjerit, ini perlu adanya campur tangan pihak-pihak terkait untuk memberikan solusi agar kami tidak kelaparan,” pungkasnya.(**)

Berita Terkait

Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting Sejak Dini
Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna
Lewat Program Jurnalis Masuk Sekolah di SMAN 1 Toili Reza Fauzi Dapat Apresiasi dari Ketua PWI Banggai Abdul Saleh
Bupati Amirudin Lepas Kafilah MTQ Banggai ke Sigi Targetkan Tembus Tiga Besar Sulawesi Tengah
IPTU I Wayan Sukarman Ajak Forkopimcam dan Kades Bersatu Wujudkan Kamtibmas Aman di Lamala
Pengguna Jalan Resah Aktivitas Pergudangan Toko Grosir Lutos dan Cipta Ganggu Lalu Lintas Dimana Petugas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:57 WITA

Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:37 WITA

Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna

Senin, 8 Juni 2026 - 02:22 WITA

Lewat Program Jurnalis Masuk Sekolah di SMAN 1 Toili Reza Fauzi Dapat Apresiasi dari Ketua PWI Banggai Abdul Saleh

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WITA

Bupati Amirudin Lepas Kafilah MTQ Banggai ke Sigi Targetkan Tembus Tiga Besar Sulawesi Tengah

Berita Terbaru