SuaraUtara.com, Banggai – SMA Negeri 1 Toili terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik melalui kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Jurnalistik yang digelar bagi anggota Forum Pena SMAN 1 Toili, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun pola pikir kritis di kalangan pelajar.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik pengumpulan informasi, wawancara, penulisan berita, hingga etika jurnalistik di era digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber, anggota (PWI) Banggai, Reza Fauzi, yang memberikan materi dan motivasi kepada para siswa agar mampu memahami peran media serta pentingnya menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Kepala SMA Negeri 1 Toili, Sabarudin L. Agi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan ekstrakurikuler jurnalistik merupakan program yang telah lama direncanakan bersama Hermawati selaku guru dan pembina kegiatan jurnalistik sekolah.
Menurutnya, keberadaan ekstrakurikuler tersebut menjadi wadah strategis bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang kepenulisan, komunikasi publik, serta penguatan karakter melalui budaya literasi.
Program ini sudah cukup lama kami inisiasi bersama Ibu Hermawati. Kami melihat pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menulis, berpikir kritis, serta mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab,” ujar Sabarudin.
Sementara itu, Ketua Banggai, , memberikan apresiasi tinggi atas langkah SMA Negeri 1 Toili yang menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik bagi para siswa.
Ia menilai program tersebut merupakan terobosan positif yang patut menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banggai.
Menurutnya, sepanjang yang diketahui PWI Banggai, SMA Negeri 1 Toili menjadi sekolah pertama di Kabupaten Banggai yang secara khusus menjadikan jurnalistik sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.
Ini merupakan langkah yang sangat positif dan visioner. Kemampuan jurnalistik tidak hanya penting bagi calon wartawan, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di berbagai platform digital,” ungkap Abdul Saleh.
Pelaksanaan ekstrakurikuler jurnalistik tersebut dinilai sejalan dengan implementasi kurikulum yang mendorong penguatan literasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cakap dalam menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat.
(AM’oks69)
























