SUARAUTARA.COM, BOLMONG – Diduga tidak menerima hasil proses perhitungan suara pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak, di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akhirnya berakhir ricuh. Kamis, (3/2/2022).
Camat Dumoga Timur Jootje Tumalun, saat di hubungi awak media membenarkan peristiwa tersebut. Dimana, menurutnya Jootje, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, usai perhitungan suara di TPS.
Jootje membeberkan Kejadian itu bermula saat dua kelompok pendukung calon Sangadi yang saling bertikai terkait hasil perolehan suara dari masing-masing calon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, benar. Adanya pendukung yang tak terima kandidatnya kala dalam perhitungan suara,” bebernya.
Kejadian itu terjadi, saat perhitungan suara Pilsang usai.
“Itu terjadi usai perhitungan suara,” tambahnya.
“Saling serang pun terjadi, akibat beberapa kelompok yang tak terima kandidatnya kala,” jelasnya lagi.
Namun, lanjut Jootje Tumalun, saat ini kondisi sudah mulai kondusif.
“Personil Polres Bolmong saat ini sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ucapnya.
Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu, melalui Kasi Humas IPTU Herol A Mantiri, saat dihubungi media ini belum bisa berkomentar lebih.
“Saat ini tengah mencari tau laporan persis kericuhan di lapangan,” singkatnya.
Sebelumnya, telah beredar di media sosial (medsos) video yang memperlihatkan kericuhan antar kedua kelompok.
Saling serang kedua kelompok itu tak terbendung, ada yang menggunakan batu hingga senjata tajam.
Dalam video kericuhan tersebut, tampak terlihat ada korban luka-luka yang diselamatkan warga sekitar.(**)






















