BUOL, SUARAUTARA.COM – Jelang Pilkada Buol banyak alat peraga kampanye (APK) dalam bentuk Spanduk dan Baliho para kandidat bertaburan dengan sengaja dipasang menempel di pohon seperti terlihat dibebera lajur jalan di kota Buol.
Pemandangan tak sedap dan semrawut ini kemudian diutarakan beberapa warga pengguna jalan dan warga sekitar yang mengatakan pemasangan baliho di pohon itu merusak estetika, keindahan dan kerusakan pohon.
Sarmin dan Efendi saat dimintai tanggapannya terkait kondisi ini menyayangkan Tindakan para tim pemenangan dengan memasang Baliho kandidat mereka menempel di pohon dengan cara ditancapkan dengan paku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“sangat menyesalkan banyak kandidat Bupati yang sengaja memasang alat peraga untuk sosialisasi dengan cara dipaku atau dipasak langsung di pohon lindung, ini sangat disayangkan,”tutur keduanya, Minggu (30/6/2024).
Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol melalui sekretaris, Iskandar A, Nouk,S.Sos saat dikonfirmasi media ini mengatakan, belakangan banyak laporan warga mengenai para kandidat memasang Baliho dan spanduk dengan cara dipaku di pohon. Pihaknya kemudian saat ini akan melakukan persiapan penertiban karena dinilai merusak tanaman.
“ memang sudah banyak laporan ke kami atas tindakan pemasangan APK dipohon, seperti di poros jalan kali, kanal dan beberapa titik lainnya, kami sudah menampung masukan ini dari warga, jika tak ada aral melintang kami akan melakukan penertiban terkait hal itu,” tegas Nindi Nouk sapaan akrabnya, Sabtu (29/6/2024).
Lanjut Nindi, pihaknya tetap mengingatkan khususnya kepada para tim kandidat agar tidak melakukan hal tersebut.
“ Pemasangan Baliho di Pohon Merusak Lingkungan, keindahan kota, jadi pemasangan APK di pohon tanpa mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan dan keindahan ini sehingga merusak lingkungan sekitar kita, saya kira pohon juga makhluk hidup perlu dijaga dan dirawat,” Tandasnya (cnp).






















