Sejumlah Kades dan Tokoh Masyarakat  di Kecamatan Momunu Minta Kadis Pendidikan Sulteng Dirikan SMK Negeri

Kamis, 6 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, Buol – Gerakan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK (SMK) Negeri  kini Bersama-sama dicetuskan oleh masyarakat di wilayah kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Keinginan ini didasarkan pada sebuah kebutuhan dan kemampuan Masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kejuruan sesuai dengan potensi daerahnya.

Pemerintah desa, tokoh Masyarakat bahkan mayoritas warga menginginkan berdirinya SMK di wilayah kecamatan Momunu mengingat di wilayah itu belum ada sekolah kejuruan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini membuktikan arti penting generasi muda berkiprah dan membangun usaha di desa. Itu dimulai ketika SMK membuka diri pada pihak desa, lalu mencoba untuk berbicara dari hati ke hati, muncullah berbagai ide kolaborasi.

Hal ini sudah terjadi dibeberapa SMK Negeri di Kabupaten/ kota di Provinsi Sulawesi Tengah dan bahkan di luar daerah lainnya seperi Kalimantan dan Jawa.

Gerakan yang dicetuskan oleh Masyarakat Momunu datang dari berbagai pihak seperti kepala-kepala Desa dan tokoh Masyarakat setempat.

Bukan tanpa alasan, pendirian SMK di wilayah itu dengan pertimbangan jarak tempuh para siswa – siswi dari tempat tinggal menuju ke SMK terdekat dengan jarak tempuh kurang lebih 15 KM tak hanya itu jumlah sekolah pendukung di wilayah itu  ada 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) ddengan jumlah Siswanya yang cukup banyak.

Moh.Syarif M. Laboko,S.Hut Kades Momunu, juga selaku Wakil Ketua Forum Kades Se-Kabupaten Buol (FK2D), kepada suarautara.com menganggapi dan memberikan dukungannya serta berjanji akan melakukan sosialisasi kepada seluruh warga Masyarakat terlebih khusus di desa Momunu.

Moh.Syarif M. Laboko,S.Hut Kades Momunu

“ saya sangat setuju dengan rencana ini, jika perlu kami akan siap mengawal dan memberikan fasilitas lahan untuk dijadikan Lokasi pendirian SMK nanti, ini sangat luar biasa dan perlu didukung sepenuhnya oleh Masyarakat dan stakeholder yang ada termasuk teman-teman Kades di wilayah Momunu,” terang Syarif di Momunu, Kamis (6/6/2024).

Kades Taluan, Salim U. Laloda

Senada juga disampaikan oleh Kades Taluan, Salim U. Laloda yang mendukung penuh rencana Pembangunan SMK di wilayah Kecamatan Momunu. Pihaknya meminta Diknas Provinsi Sulteng untuk mendirikan sekolah kejuruan ini sebagai bentuk komitmen Gubernur Rusdy Mastura untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Sulawesi Tengah lebih khusus di Kabupaten Buol.

“ Kami mendukung penuh jika SMK di dirikan di daerah kami. Jika hal ini segera terpenuhi, maka beban orang tua untuk menyekolahkan anaknya sedikit berkurang, terlebih biaya transportasi sehari-hari yang dikeluarkan tidak sedikit, jika rencana ini terealiasi, maka peningkatan dan perputaran ekonomi akan berdampak di desa-desa Lokasi sekolah, dan untuk Lokasi pendirian kami juga siap seperti yang disampaikan kades Momunu,” kata Salim.

Pj Kades Pinamula Baru, Danggu. S. Sos., melalui Sekdes, Anton sependapat dan sangat mendukung berdirinya SMK di wilayahnya itu. Anton beralasan kenapa harus ada SMK di Momunu mengingat saat ini anaknya juga bersekolah di salah satu SMK di Buol yang kesehariannya harus merogok kantung untuk biaya transportasi untuk kebutuhan anaknya berangkat ke sekolah.

Tak hanya itu, Anton menyebutkan untuk wilayah Momunu sendiri khusus di wilayah perbatasan dengan kecamatan Tiloan, ada 3 sekolah pendukung setara SMP diantaranya SMPN 2 Momunu di desa Pujimulya, SMP 5 Satap di Panimula Baru dan SMP di desa Momunu,” tutupnya.

Diketahui Gerakan dan cetusan Masyarakat Momunu untuk rencana pendirian SMK Negeri yang disuarakan kepada Diknas Provinsi akan terus dilakukan dengan menggalan seluruh dukungan pemerintah setempat, tokoh Masyarakat dan warga di wilayah itu.[uchan]

Berita Terkait

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat
Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 
Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 
Terbitkan SE Nomor 20 Tahun 2026, Kemendikdasmen Lindungi Siswa Terdampak Karhutla
Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WITA

Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Jumat, 11 September 2026 - 14:49 WITA

Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WITA

Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 

Kamis, 10 September 2026 - 11:27 WITA

Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 

Berita Terbaru

Nasional

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:49 WITA