Suarautara.com, Buol — SDN 2 Bokat terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan disiplin belajar siswa. Terbaru, sekolah ini melaksanakan sosialisasi penerapan sistem lima hari kerja atau full day school kepada para wali murid.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, dan puluhan wali murid. Kepala SDN 2 Bokat, Rahman A. Majid, S.Pd, menjelaskan bahwa penerapan sistem lima hari kerja ini resmi dimulai sejak hari Senin pekan lalu, dengan jam belajar berlangsung dari Senin hingga Jumat.
“Program full day school ini diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar anak-anak. Hari Sabtu dan Minggu mereka bisa lebih banyak waktu bersama keluarga,” jelas Rahman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah juga menegaskan bahwa jam masuk sekolah dimulai lebih awal. Para siswa diharapkan sudah tiba di sekolah sebelum pukul 07.10, karena apel pagi dimulai pukul 07.15. Sedangkan pada hari Jumat, kegiatan belajar selesai lebih awal, yakni pukul 11.30.

Selain membahas jadwal belajar, sekolah juga memperkenalkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu:
Bangun pagi
Beribadah
Berolahraga
Makan sehat
Gemar belajar
Bermasyarakat
Tidur cepat
Dalam sesi dialog, sejumlah wali murid menyampaikan pertanyaan dan saran, di antaranya terkait kesiapan sekolah dan porsi tugas rumah (PR) selama penerapan sistem lima hari belajar. Salah satu wali murid bernama Aco berharap agar sekolah tidak memberikan terlalu banyak PR agar anak-anak tidak kelelahan setelah pulang sekolah.
Menanggapi hal itu, Rahman menyampaikan bahwa pihaknya telah menyesuaikan beban belajar siswa.
“Kami akan mengurangi jumlah PR agar anak-anak tetap semangat belajar tanpa merasa terbebani. Yang biasanya sampai sepuluh tugas, sekarang dikurangi menjadi tiga atau empat saja,” ujarnya.
Sebagai Sekolah Pembina Kabupaten Buol sekaligus Sekolah Penggerak Kecamatan Bokat, SDN 2 Bokat terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berkarakter.
“Kami percaya pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Jika anak-anak dibiasakan disiplin, sopan, dan bertanggung jawab sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi hebat yang siap membangun bangsa,” tutup Rahman A. Majid, S.Pd ]Martinus Palebangan]


























