Suarautara.com,TOUNA– Sebagai wujud dalam memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tojo Una-Una berkolaborasi dengan Pengadilan Agama (PA) Ampana menyelenggarakan Sidang Isbat Nikah Terpadu di Desa Kabalutan, Kecamatan Walea Kepulauan, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi puluhan keluarga di kepulauan tersebut untuk memperoleh pengakuan negara atas status perkawinan mereka.
Tercatat sebanyak 43 pasangan mengikuti sidang isbat tahap II pada kesempatan tersebut. Selain itu, dalam rangkaian yang sama, sebanyak 62 pasangan lainnya menerima penyerahan Buku Nikah yang merupakan hasil dari sidang tahap I yang telah dilaksanakan pada Mei 2026 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kemenag Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa pelayanan jemput bola ini dilakukan untuk memangkas hambatan geografis dan biaya yang selama ini dirasakan oleh warga kepulauan.
“Sidang isbat nikah terpadu ini adalah wujud kehadiran negara hingga ke pelosok kepulauan. Perkawinan yang sah secara agama wajib didukung dengan pencatatan resmi agar hak-hak suami, istri, dan anak-anak terlindungi secara hukum,” ujar H. Muh. Syahruddin.
Buku Nikah yang diterbitkan melalui sidang isbat ini memiliki peran vital sebagai bukti sah untuk pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, akta kelahiran anak, layanan kesehatan BPJS, hingga hak waris dan urusan keperdataan lainnya.
Data Kemenag Tojo Una-Una menunjukkan saat ini masih terdapat 789 pasangan yang belum memiliki Buku Nikah, dengan konsentrasi terbanyak berada di wilayah pesisir dan kepulauan. Menanggapi hal tersebut, pihak Kemenag berharap adanya sinergi dan alokasi anggaran yang berkelanjutan dari Pemerintah Daerah agar program ini dapat terus menyasar pasangan yang membutuhkan.
Masyarakat Desa Kabalutan menyambut positif layanan terpadu ini. Bagi warga, kehadiran majelis hakim ke lokasi secara langsung memberikan efisiensi yang luar biasa, baik dari segi waktu maupun biaya perjalanan yang biasanya harus dikeluarkan untuk mencapai pusat pemerintahan di Ampana.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju masyarakat Tojo Una-Una yang tertib administrasi, religius, maju, serta sejahtera.
Pewarta : Agung

























