RDP DPRD Banggai Memanas, Warga Luwuk Timur Protes Dugaan Perusakan Lahan oleh PT Penta Prima Karsa

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGGAI,SUARAUTARA.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Banggai bersama manajemen PT Penta Prima Karsa dan pihak terkait berlangsung panas.

Warga Kecamatan Luwuk Timur mengadukan dugaan perusakan lahan oleh perusahaan tambang tersebut dalam rapat yang berlangsung di salah satu ruang DPRD Banggai, Kamis (30/1/2025).

Ketua DPD Lembaga Analisis Hukum Indonesia Banggai sekaligus kuasa hukum warga, Hasrin Rahim, menegaskan bahwa PT Penta Prima Karsa tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto para aparat camat dan kades di liwuk timur

Namun, perusahaan tetap beroperasi di sana, mengeruk lahan warga hingga kedalaman 3-4 meter dan merusak tanaman di lahan seluas 189 hektare.

Camat Luwuk Timur, Adnan, mengonfirmasi bahwa izin PT Penta Prima Karsa sebenarnya berada di Kecamatan Pagimana, tetapi perusahaan beroperasi di Luwuk Timur.

Ia mendukung pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan legalitas izin perusahaan.

Perwakilan Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan Banggai, Cristian Lego, menjelaskan bahwa kepemilikan lahan di Desa Molino masih menjadi perdebatan.

Foto para camat dan kades mendengarkan arahan anggota dewan

Berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, wilayah tersebut belum memiliki surat pencadangan untuk transmigrasi dan masih termasuk kawasan hutan.

Anggota Komisi II DPRD Banggai, Sukri Djalumang, menyarankan agar perusahaan segera mengganti rugi tanaman warga yang telah dirusak untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Ia menilai penyelesaian melalui jalur hukum justru berisiko memperumit masalah tanpa solusi konkret.

Sementara itu, anggota Komisi II lainnya, Indry Azis, menegaskan perlunya kejelasan status lahan untuk mencegah sengketa lebih lanjut.

Manajemen PT Penta Prima Karsa, yang diwakili Nyamun Markan, belum memberikan tanggapan konkret terhadap tuntutan warga.

Hasil dari rapat ini diharapkan menjadi dasar bagi DPRD Banggai dalam menerbitkan rekomendasi kepada Pokja Pemda Banggai untuk segera menyelesaikan sengketa lahan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung.

Editor : Dewi Qomariah

Berita Terkait

Pemkab Buol Tegaskan Bahaya Sebar Hoaks, Warga Diminta Tabayyun Sebelum Posting
Semarak Fun Run Bhayangkara OKU 2026: Langkah Satu Hati, Sehat Bersama, Bersatu Selamanya
Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan
Waspada Api di Musim Kemarau, TNI Bersama Warga Cegah Karhutla
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Buka Rakor Asta Cita di Touna, Anwar Hafid Tekankan Evaluasi Jujur dan Solusi Nyata
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Misteri di Balik Pembangunan SMPN 10 OKU Semidang Aji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:48 WITA

Pemkab Buol Tegaskan Bahaya Sebar Hoaks, Warga Diminta Tabayyun Sebelum Posting

Minggu, 13 September 2026 - 00:15 WITA

Semarak Fun Run Bhayangkara OKU 2026: Langkah Satu Hati, Sehat Bersama, Bersatu Selamanya

Sabtu, 12 September 2026 - 12:49 WITA

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:40 WITA

Waspada Api di Musim Kemarau, TNI Bersama Warga Cegah Karhutla

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Berita Terbaru

Nasional

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:49 WITA