RATAP ANGIN DI ATAS GAZA

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi: Leni Marlina

Apakah kau mendengar,
ratap angin di atas Gaza—
suaranya seperti sengal napas bumi
yang hampir putus di rusuk langit.

Apakah kau melihat,
langit memerah seperti luka purba,
awan meneteskan darah cahaya,
dan matahari, dengan mata sembab,
menatap bumi seperti ibu kehilangan anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Doa-doa pun berhamburan
dari rahim reruntuhan,
mencari jalan pulang ke langit,
mengadukan nasib dan kehilangan kepada Tuhan.

Gaza bernafas lirih,
seperti jarum cahaya menjahit dada waktu;
hela napasnya menulis kembali
arti keberanian di antara abu.

Tanah pun bersuara
dengan lidah bara dan nisan,
menyebut nama anak-anak tak berdosa—
tewas begitu saja,
karena angkara berwujud genosida.

Bulan memar di pelipis malam,
meneteskan sinar seperti air mata besi.
Dan matahari—yang dahulu penghangat dunia—
kini terkurung dalam sangkar asap,
menyala samar, menatap nanar.

Di antara reruntuhan,
sebuah tubuh kecil menggenggam udara—
mencari ibunya di antara gema.
Debu di pipinya menjelma aksara kesedihan
yang tak sempat seutuhnya dibaca dunia.

Pohon-pohon zaitun menangis tanpa air mata,
rantingnya memeluk angin berlumur arang,
daun-daunnya jatuh seperti surat tak terkirim ke langit yang bijaksana.

Waktu retak seperti kaca,
detiknya jatuh ke dada bumi yang menganga.
Dan dentingnya—
seperti doa yang terhenti di tenggorokan langit.

Namun di tengah ledakan,
ada sesuatu yang tak dapat dimusnahkan—
sebuah cahaya sekecil zarah
berteriak: “Aku masih ada.”

Dan dunia pun menoleh sebentar,
lalu kembali tenggelam
dalam layar berita yang memandulkan empati.

Gaza,
engkau bukan sekadar tanah—
engkau adalah nadi bumi,
ayat yang ditulis dengan darah bintang,
saksi bahwa luka pun bisa menjadi
bahasa suci untuk memanggil Tuhan.

Padang, Sumatera Barat, 2025

Sumber : Buku The Beloved Teachers : Bilingual (Indonesian – English) Poetry Collection By Leni Marlina

The cover of the bilingual (English–Indonesian) single-author poetry anthology The Beloved Teachers (2025) by Leni Marlina.

 

Dibacakan oleh Rastono Sumardi (Bonua Sastra Banggai – Sulawesi Tengah)

Berita Terkait

Tahap Akhir Seleksi JPTP Banggai Wabup Furqanuddin Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Teladan
Mahasiswa IPB Survei Mangrove di Desa Masing Kades Satuwo Andy Tahang Dorong Wisata dan Pelestarian Lingkungan
UNDANGAN DISKUSI: RERASAN SASTRA, Kolaborasi Hangat dari Berbagai Simpul Kreatif
Disdikbid Banggai Bersama PT Panca Amara Utama Perkuat Pendidikan serta Kesehatan dan Pemberdayaan Desa
Hut ke 62 Sulteng Wabup Banggai Furqanuddin Berikan Komitmen Perkuat Sinergi Provinsi dan Daerah
Resmikan Desa Persiapan Mekar Mulya Bupati Amirudin Tekankan Agar Pemerataan Pelayanan
Bupati Banggai Amirudin Langsung Jemput MenDes PDT Yandri Susanto di Bandara SAA
Kapolda Sulteng Dukung Program MBG Sekaligus Resmikan Gedung SPPG Polres Banggai

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:55 WITA

Mahasiswa IPB Survei Mangrove di Desa Masing Kades Satuwo Andy Tahang Dorong Wisata dan Pelestarian Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 13:51 WITA

UNDANGAN DISKUSI: RERASAN SASTRA, Kolaborasi Hangat dari Berbagai Simpul Kreatif

Senin, 13 April 2026 - 22:02 WITA

Disdikbid Banggai Bersama PT Panca Amara Utama Perkuat Pendidikan serta Kesehatan dan Pemberdayaan Desa

Senin, 13 April 2026 - 21:47 WITA

Hut ke 62 Sulteng Wabup Banggai Furqanuddin Berikan Komitmen Perkuat Sinergi Provinsi dan Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 21:54 WITA

Resmikan Desa Persiapan Mekar Mulya Bupati Amirudin Tekankan Agar Pemerataan Pelayanan

Berita Terbaru