Unrequited Feelings
Poem by Rajesh Sharma
_
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
In silence I wonder, I wait for a sign,
Are you busy, or simply out of line?
My thoughts run wild, a restless, frantic tide,
Freaking out at echoes that never collide.
Am I clingy, needy, too emotionally raw?
Reading meaning in every word you never saw?
Maybe there’s nothing wrong, just my mind’s parade,
Missing someone who won’t miss me, unafraid.
The ache lingers, a hollow, quiet space,
Unrequited love carving its gentle trace.
I’ll drift to sleep, overthinking the night,
Hoping dawn brings a softer, kinder light.
Tomorrow’s sunrise may paint the sky anew,
But till then I linger in the quiet of you.
I’m learning to love the stillness, let me move ahead,
Finding calm in the space where love once softly seeped.
India, 2025
—
About the Poet: Rajesh Sharma (Poetry-Pen International Community: PPIC; ACC Shanghai Huifeng Literary International Association: ACC SHILA)
Rajesh Sharma is a bilingual Poet from Telangana, India. He authored an English Poetry book entitled “Hey Honey”. Many of his poems have been published in various international anthologies. He works as a Junior Assistant in ZPHS B SHAYAMPET SCHOOL in Hanumakonda District of Telangana State, INDIA. Rajesh Rasma is prolific poets in ACC Shanghai Huifeng International Community (ACC SHILA) & Poetry Pen International Community (PPIC).
——-
Indonesian Version
Perasaan Tak Terbalas
Puisi: Rajesh Sharma
Penerjemah (English-Indonesia):
Leni Marlina
_
Dalam sunyi aku bertanya, menunggu tanda,
Apakah kau sibuk, atau sekadar melangkah tanpa aturan?
Pikiran-pikiranku berlari liar, gelombang tak henti,
Terguncang oleh gema yang tak pernah bertemu.
Apakah aku terlalu melekat, terlalu butuh, terlalu rapuh?
Membaca makna dalam setiap kata yang tak pernah kau lihat?
Mungkin tak ada yang salah, hanya parade pikiranku,
Merindukan seseorang yang takkan merindukanku, tanpa rasa takut.
Rasa sakit itu menetap, ruang hampa yang sunyi,
Cinta tak terbalas mengukir jejaknya yang lembut.
Aku akan hanyut ke tidur, merenungi malam,
Berharap fajar membawa cahaya yang lembut dan ramah.
Matahari esok mungkin melukis langit baru,
Namun hingga saat itu, aku tetap di keheninganmu.
Aku belajar mencintai kesunyian, membiarkan diri melangkah,
Menemukan ketenangan di ruang di mana cinta dulu meresap lembut.
_
India, 2025
————-


Rajesh Rasma (Penyair India & Leni Marlina (Penyair Indonesia) merupakan penyair yang produktif menulis sajak dan tergabung dalam ACC Shanghai Huifeng International Community (ACC SHILA) & Poetry Pen International Community (PPIC).
Leni Marlina lahir di Baso, Agam, Sumbar, dan berdomisili di Padang. Ia merupakan penyair, penulis, dan dosen di Program Studi Sastra Inggris, FBS UNP Padang (sejak 2006).
Karya-karya terbarunya meliputi buku kumpulan puisi tunggal “The Beloved Teachers” (2025), “L-BEAUMANITY: Love, Beauty, and Humanity” (2025), serta trilogi “English Stories for Literacy” (2024-2025). Selain menulis puisi, ia aktif menulis cerpen, esai, kritik sastra, ulasan karya sastra, serta menerjemahkan beragam teks sastra dan jurnalistik.
Leni menerima penghargaan Penulis Berprestasi 2025 dari persatuan penukis SatuPena Sumbar pada International Minangkabau Literary Festival ke-3 (IMLF-3), penghargaan ACC International Literary Prize 2005 dari ACC Shanghai Huiyu International Literary Creative Media Centre, penghargaan dari komunitas sastra “The Rhythm of Vietnam” 2025.
Leni ditunjuk dan dipercayakan sebagai Indonesian Poetry Ambassador untuk ACC Shanghai Huifeng Internatioanl Literary Association (ACC SHILA), sekaligus the ASEAN Directors for ACC SHILA Poets sejak tahun 2025. Di tahun yang sama, Leni ditunjuk dan dipercayakan oleh Capital Writers International Foundation sebagai National Director (Indonesia) untuk Panorama International Literary Festival (PILF) Januari-Februari 2026 di India. (Informasi acara selengkapnya: www.panoramafestival.org).
























