Boltim, SuaraUtara.com – Kalau bicara soal pemberitaan terkait Pertambangan Tampa Izin (PeTi) memang tidak akan pernah ada habisnya, bahkan seperti jamur yang tumbuh subur dimusim penghujan.
Hal ini terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tepatnya diperkebunan Kilo Molobog yang masuk wilayah hukum Desa Molobog Kecamatan Nuangan dimana PeTi yang ada di lokasi tersebut bak jamur yang tumbuh dimusin penghujan.
Dengan bermunculan aktifitas PeTi tersebut, diduga Polres Boltim terkesan tutup mata, hal ini justru menjadi tanda tanya oleh Dir Intel LAKRI (Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia), Andy Riyadhi, “ada apa dengan kinerja Polres yang terkesan membiarkan aktifitas PeTi tersebut,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Andy Riyadhi juga menambahkan, jangan-jangan pihak polres takut menertibkan aktifitas PeTi karena Diduga ada oknum anggota TNI yang membackup, ataukah Polres Boltim mandul kalau soal penindakan PeTi, padahal menurutnya sudah jelas dalam regulasi bahwa pihak Kepolisian Republik Indonesia diberikan wewenang penuh untuk menindak perbuatan yang melanggar hukum di republik ini tampa pandang bulu,” terangnnya.
Bukan hanya merugikan negara kata Riyadhi, tapi ini juga suda ada dugaan unsur pidana lainya seperti pengrusakan lahan perkebunan milik warga yang diviralkan oleh salah satu pemilik lahan belum lama ini melalui Medsos.
“ Kalau ini terus dibiarkan dan tidak ada tindakan dari Polres Boltim, maka mau tidak mau saya akan membuat laporan resmi terkait persoalan diatas sampai kepusat,” ancamnya.
Perlu diketahui berdasarkan investigasi dilokasi tersebut bahwa aktifitas PeTi yang menggunakan alat berat Excapator dan bulldozer yang ada diwilayah perkebunan Molobog sudah berlangsung beberapa bulan, dan diketahui bahwa selaku pemodal dilokasi tersebut berinisial B warga asal Manado dan pemilik lahan warga asal Desa Bai Kec. Nuangan.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kab. Boltim AKP. Liefan Kolinug. SE saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsupp pada sabtu (12/7) terkait aktifitas PeTi yang ada di perkebunan Molobog belum memberikan tanggapan sampai berita ini dimuat.
(Rinto)






















