Pendamping Desa Soroti Kurangnya Partisipasi Masyarakat Saat Perencanaan Progam di Desa

Minggu, 18 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, I Buol – Tenaga pendamping desa profesional menyoroti angka partisipasi masyarakat di kabupaten Buol yang dinilai kurang berperan aktif mengawal program pemerintah desa (Pemdes) setiap tahunnya dalam proses perencanaan di tingkat desa baik ADD dan Dana desa setiap tahunnya.

Kurangnnya partisipasi masyarakat itu kerap terjadi setiap tahun pada saat proses pembahasan melalui musyawarah desa (Musdes) dan atau Musrembangdes untuk perecanaan usulan skala prioritas pembangunan yang ada di desa.

Selain itu, pendamping desa belum efesien melaksanakan tugas-tugas pendampingan untuk menangani lebih dari 3 desa persatu orang pendamping dalam satu Kecamatan, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ataupun pelaporan sering mengalami keterlambatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“kalau desa yang saya tangani tugas pendampingan ada 4 desa di Kecamatan Bokat, “ungkap Rusmin selaku PD pada media ini, Jum’at, (16/6).

Rusmin mengatakan, sejak 2017 tugas pendampingan untuk desa dalam menyusun program prioritas di desa sedikit mendapat kendala, terutama angka partisipasi masyarakat disaat penyusunan program kerja selama setahun untuk di masukan dalam anggaran ADD atau DD.

Di samping itu seringkali terjadi turunnya regulasi baru yang kerap kali menjadi penyebab keterlambatan penyusunan anggaran kegiatan yang sudah di usulkan, sehingga di saat batas waktu permintaan data dari pusat, desa-desa yang di tangani lebih dari satu itu, lambat dikerjakan perencanaannya nanti setelah semua selesai laporan akan di kirim secara online.

“ tugas kami pendamping desa yakni memberikan pemahaman kepada pemerintah Desa agar melaksanakan kegiatan sesuai aturan yang berlaku baik permendes dan Kemenkeu serta Kemendagri dan perda, “ujar Rusmin.

Pendamping desa juga memberikan pemahaman terhadap setiap regulasi aturan yang keluar dari kementrian keuangan maupun peraturan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk di terapkan kepada pemerintah Desa selalu pengguna anggaran di desa. Meski demikian, Rusmin menjelaskan saat ini 4 desa yang di tanganinya semua proses pendampingan mulai dari perencanaan dan produk hukumnya terlaksana dengan baik walaupun masih terjadi keterlambatan pelaporan secara online.

“kalau ingin efesien tugas pendampingan di desa mestinya satu desa satu orang petugas yang di tempatkan pemerintah. “pungkas Rusmin (TAM/Red).

Berita Terkait

Babinsa Suboh Bersama Warga Gotong Royong Bangun Saluran Air, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Sentuhan Kepedulian TNI, Babinsa Sumber Waru Hadirkan Harapan Lewat Baksos
Karya Bakti Gerakan Nasional ASRI 2026, Koramil Asembagus Bersama Instansi dan Warga Bersihkan Sungai “Bughentang”
Babinsa Koramil 0823/16 Sumbermalang Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan dan Rapikan Jalan Desa
Babinsa Banyuglugur Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti Perbaikan Bronjong
Kades Dutuno Gelar Buka Puasa Bersama, Bagikan THR untuk Aparat dan Lembaga Desa
Pemdes Tadoy I Siap Gelar Hari Raya Ketupat, Terbuka untuk Umum
Kawal Penataan HGU PT HIP, Pemdes Jatimulya dan PT HIP Sepakati “Adu Data” di Hadapan BPN

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 13:06 WITA

Babinsa Suboh Bersama Warga Gotong Royong Bangun Saluran Air, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 19 April 2026 - 16:16 WITA

Sentuhan Kepedulian TNI, Babinsa Sumber Waru Hadirkan Harapan Lewat Baksos

Sabtu, 18 April 2026 - 15:37 WITA

Karya Bakti Gerakan Nasional ASRI 2026, Koramil Asembagus Bersama Instansi dan Warga Bersihkan Sungai “Bughentang”

Jumat, 10 April 2026 - 18:04 WITA

Babinsa Koramil 0823/16 Sumbermalang Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan dan Rapikan Jalan Desa

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:32 WITA

Babinsa Banyuglugur Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti Perbaikan Bronjong

Berita Terbaru